BANGKAPOS.COM, BANGKA – Bangunan bercat abu-abu dengan atap biru tampak berdiri kokoh di Jalan Mawar RT 08, Kelurahan Koba, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Fasad bangunan mengusung desain minimalis dengan teras terbuka yang ditopang tiang persegi.
Di bagian depan terpasang papan nama bertuliskan "Balai Posyandu Sakura" sebagai penanda fasilitas kesehatan yang dibangun melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Mitra Stania Bemban dan PT Mitra Stania Kemingking di bawah naungan Arsari Tambang.
Peresmian fasilitas kesehatan tersebut dihadiri puluhan warga yang memadati halaman posyandu, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan perwakilan Arsari Tambang.
Posyandu diharapkan menjadi pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat sekitar.
Selain pembangunan Posyandu, perusahaan juga menjalankan sejumlah program di bidang perikanan, pertanian, ketahanan pangan hingga pembangunan rumah layak huni sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan.
Manajer PPM Arsari Tambang, Suyudi mengatakan pembangunan Posyandu Sakura merupakan bentuk kolaborasi perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.
"Arsari Tambang melalui anak usaha kami, PT Mitra Stania Bemban dan PT Mitra Stania Kemingking, kami membangun satu unit Posyandu. Nantinya bangunan ini menjadi aset pemerintah daerah, baik kelurahan maupun kecamatan. Jadi setelah diserahkan, tidak ada lagi keterkaitan kami dalam pengelolaan operasionalnya karena sudah menjadi aset pemerintah," kata Suyudi pada Rabu (15/07/2026).
Meski demikian, ia memastikan Arsari Tambang tetap berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
"Kami akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, baik di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, industri kecil menengah hingga pengolahan limbah yang saat ini sedang dijajaki di Desa Kurau. Dari sana nantinya program-program ini bisa terus kita kembangkan," ujarnya.
Suyudi menjelaskan, perusahaan memprioritaskan pelaksanaan program di desa-desa yang berada di sekitar wilayah izin usaha pertambangan (IUP).
"Prioritas pertama tentu desa-desa yang berada di wilayah terdampak IUP kami seperti Kemingking, Belilik, Penyak dan sekitarnya. Kalau di desa-desa itu kebutuhannya sudah terpenuhi, baru kami akan memperluas program ke wilayah lain di Bangka Tengah," katanya.
Ia menambahkan pembangunan Posyandu Sakura sebenarnya telah direncanakan sejak lama, namun baru dapat direalisasikan setelah lahan tersedia.
"Program ini sebenarnya sudah lama kami rencanakan, hanya saja baru sekarang lahannya tersedia sehingga bisa dibangun," ujarnya.
Selain Posyandu Sakura, Arsari Tambang juga menjalankan berbagai program PPM lainnya.
Di sektor perikanan, perusahaan mengembangkan budidaya air payau di Desa Kurau Barat, mendukung Kelompok Budidaya Ikan Koba Bersama Jaya di Padang Mulia serta budidaya ikan patin melalui Pokdakan Besatu di Desa Lampur.
“Sementara di bidang perumahan, perusahaan membangun delapan unit rumah layak huni yang tersebar di Desa Kerantai, Penyak, Kelurahan Berok, Desa Lubuk Besar, Lubuk Lingkuk, Namang hingga Belilik. Di sektor pertanian dan ketahanan pangan, perusahaan menjalankan program pertanian terpadu berupa budidaya 3.000 ekor ikan patin, 600 ekor ayam KUB dan penanaman 10.000 batang cabai di Desa Lubuk Besar,” katanya.
Selain itu, dibangun gudang penampungan gabah, ruang pertemuan kelompok tani, pengembangan Belilik Integrated Farm hingga pembangunan dua rumah benih di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Pangkalanbaru dan Lubuk Besar.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengapresiasi dukungan Arsari Tambang terhadap pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan.
Ia menyebut pembangunan Posyandu Sakura dengan nilai sekitar Rp354 juta menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Arsari Tambang. Posyandu ini dibangun dari nol dengan nilai sekitar Rp354 juta. Mudah-mudahan fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Algafry.
Menurutnya, Posyandu Sakura tidak hanya digunakan untuk pelayanan dasar balita, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan kesehatan perempuan.
"Di dalamnya sudah ada beberapa ruangan pemeriksaan. Bahkan nanti bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan kesehatan ibu-ibu, termasuk deteksi dini apabila ada kelainan pada payudara. Tinggal nanti dokter spesialis kita hadirkan ke sini," ujarnya.
Algafry mengatakan keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada bangunan fisik, tetapi juga partisipasi masyarakat.
"Perusahaan membangun fasilitasnya, pemerintah menyiapkan tenaga kesehatannya, kemudian lurah bersama masyarakat menggerakkan warganya supaya mau datang ke Posyandu. Semua harus terintegrasi agar pelayanan berjalan maksimal," katanya.
Ia berharap kehadiran fasilitas baru tersebut mampu meningkatkan minat masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu.
"Mudah-mudahan masyarakat yang sebelumnya kurang berminat datang ke Posyandu, setelah melihat fasilitas yang lebih baik ini menjadi lebih semangat untuk memeriksakan kesehatan," ujarnya.
Menurut Algafry, masih terdapat sebagian masyarakat yang enggan datang ke Posyandu karena berbagai pemahaman yang keliru.
"Ada yang tidak datang karena alasan-alasan yang sebenarnya tidak benar. Misalnya ada anggapan imunisasi itu tidak boleh dan sebagainya. Hal seperti ini perlu diluruskan melalui tokoh agama, penghulu dan seluruh pihak agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga akan melengkapi seluruh sarana pendukung Posyandu melalui Dinas Kesehatan.
"Fasilitasnya nanti akan kita lengkapi semuanya, mulai dari timbangan digital dan perlengkapan kesehatan lainnya. Kalau ada daerah yang membutuhkan pelayanan dokter spesialis, kita juga siap mendatangkannya sesuai kebutuhan," ujarnya.
Algafry menegaskan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah siap mendukung penuh operasional Posyandu Sakura.
"Kalau ditanya siap melayani masyarakat atau tidak, saya jawab seribu persen siap. Yang penting semua pihak terus berkolaborasi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik," katanya.
(Bangkapos.com/Erlangga)