Pengakuan Istri Wahyudi, Temukan Suaminya Dibacok Orang di Belakang Rumah
Noval Andriansyah July 15, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lumajang - Kasus tewasnya Wahyudi (32), warga Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyisakan trauma mendalam bagi sang istri, Rika Kusumawati.

Baca juga: Niat Tulus Beri Tumpangan, Aditya Malah Jadi Korban Begal, Dibacok Bertubi-tubi

Rika mengetahui suaminya dianiaya secara brutal menggunakan senjata tajam di belakang rumah mereka pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat ditemui, Rika mengaku tidak mengetahui awal mula perselisihan yang berujung pada kematian suaminya tersebut.

Ia baru menyadari adanya bahaya setelah mendadak terbangun dari tidurnya akibat mendengar suara mencurigakan dari arah luar.

"Saya bangun tidur itu langsung keluar. Kejadiannya pas di belakang rumah saya. Di situ ada satu pelaku," ujar Rika saat memberikan kesaksian, dilansir TribunJatim.com.

Begitu melangkah ke halaman belakang, Rika terkejut melihat suaminya sedang diserang secara brutal oleh seorang pria menggunakan senjata tajam sejenis celurit. Pelaku diduga kuat merupakan rekan korban sendiri yang berinisial H.

Meski melihat suaminya terluka parah hingga bersimbah darah, Rika mengaku tidak berani melangkah mendekat untuk melerai atau memberikan pertolongan karena ancaman senjata tajam yang dipegang pelaku.

"Saya tahu ada pembacokan itu, tapi saya tidak berani mendekat karena takut pelaku membawa celurit," akunya dengan nada bergetar.

Ketika ditanya mengenai motif atau pemicu penyerangan sadis tersebut, Rika mengaku sama sekali buta arah. Menurutnya, sang suami selama ini sangat tertutup mengenai masalah personal atau pekerjaan di luar rumah.

"Saya tidak tahu persoalan apa yang melatarbelakanginya. Almarhum selalu bilang kepada saya, 'Saya tidak boleh ikut-ikut urusan laki-laki'," imbuh Rika menirukan ucapan suaminya semasa hidup.

Akibat penyerangan tersebut, Wahyudi tewas di tempat dengan sejumlah luka bacokan fatal di sekujur tubuh, bahkan daun telinga korban dilaporkan terputus.

Pihak Polsek Klakah bersama jajaran Satreskrim Polres Lumajang saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku H yang langsung melarikan diri sesaat setelah melancarkan aksinya.

Bantu ke Rumah Sakit

Sementara itu, Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengatakan dirinya mendapat informasi dari kepala dusun pada malam kejadian untuk membantu membawa korban ke rumah sakit.

Namun, setelah mengetahui korban telah meninggal dunia, ia langsung meminta agar kejadian tersebut dilaporkan kepada polisi.

Sadi mengatakan pelaku maupun korban sama-sama merupakan pendatang sehingga dirinya tidak mengenal pelaku secara pribadi.

"Enggak kenal karena sama-sama pendatang," katanya.

Menurut Sadi, berdasarkan kondisi di lokasi kejadian, diduga korban sempat berusaha menyelamatkan diri setelah dibacok di dalam rumah.

"Kayaknya dibacok di dalam rumah ini, lari keluar mungkin dibacok lagi, akhirnya jatuh dekat sumur," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bercak darah terlihat dari dalam rumah hingga ke luar rumah.

"Darahnya dari dalam rumah sampai keluar. Kayaknya dibacok di dalam rumah, lalu lari keluar," katanya.

Sadi mengaku mendengar informasi sementara bahwa motif pembunuhan diduga berkaitan dengan persoalan sepeda, meski hal tersebut masih sebatas informasi yang beredar di masyarakat.

"Kalau pendengaran saya ada yang bilang masalah sepeda. Mungkin jual beli sepeda atau apa," ujarnya.

Ia juga menyebut luka yang paling terlihat pada korban adalah telinga yang terputus.

"Yang saya tahu kupingnya itu lepas. Kewer-kewernya hilang," kata Sadi.

Sementara itu, Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan berdasarkan keterangan saksi sementara, pelaku datang saat korban sedang tertidur.

Pelaku lebih dulu menemui seorang saksi yang merupakan tetangga korban untuk menanyakan keberadaan Wahyudi.

Setelah diberi tahu bahwa korban berada di dalam rumah, saksi kemudian memanggil korban hingga keduanya bertemu.

"Kemudian saksi mempersilakan pelaku duduk dan pelaku mencari keberadaan korban. Kemudian saksi tersebut memanggil korban akhirnya mereka bertemu," ujar Suprapto.

Tak lama kemudian, pelaku tiba-tiba menyerang korban menggunakan celurit. Seorang saksi yang berusaha melerai juga ikut menjadi sasaran serangan.

"Akhirnya saksi berlari keluar rumah untuk meminta bantuan. Setelah kembali ke dalam rumah, korban didapati sudah meninggal dunia di belakang rumahnya, dan pelaku kabur ke luar rumah ke arah barat," jelasnya.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Klakah untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap motif pembunuhan serta memburu pelaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.