TRIBUNNEWSMAKER.COM - Fenomena alam yang unik dapat dijumpai di wilayah Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Sebuah danau dadakan yang biasanya dipenuhi air saat musim hujan, kini berubah drastis menjadi hamparan padang sabana setelah memasuki musim kemarau.
Perubahan wajah kawasan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar.
Jika saat musim penghujan lokasi ini tampak bak sebuah danau luas, maka ketika kemarau datang, seluruh genangan air perlahan menghilang dan berganti dengan bentangan rerumputan hijau yang menyerupai padang sabana.
Danau musiman ini berada di wilayah Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.
Lokasinya berada di kawasan kaki perbukitan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga menawarkan panorama alam yang masih asri dengan latar perbukitan yang memanjakan mata.
Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Trump, Sebut Air Mata Jutaan Warga Iran di Pemakaman Ali Khamenei Palsu
Keunikan danau ini terletak pada proses terbentuknya.
Berbeda dengan danau pada umumnya, genangan air tersebut muncul secara alami akibat akumulasi air hujan yang memenuhi kawasan cekungan saat curah hujan tinggi.
Ketika hujan turun deras selama beberapa waktu, area tersebut berubah menjadi danau dadakan dengan luas yang cukup besar.
Bahkan warga setempat menyebut kondisi itu membuat kawasan tersebut tampak seperti lautan kecil.
Setiap musim hujan, danau alami tersebut menjadi lokasi favorit masyarakat untuk memancing.
Air yang menggenang ternyata menjadi habitat berbagai jenis ikan, sehingga hampir setiap hari lokasi tersebut ramai didatangi para pemancing, terutama pada sore hingga malam hari.
Aktivitas memancing bahkan disebut berlangsung hampir tanpa henti selama air masih menggenang.
Warga menyebut ikan di danau musiman tersebut cukup melimpah sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi memancing dari berbagai daerah di sekitar Klaten.
Baca juga: Mengejutkan! Intelijen Israel Beberkan Dugaan Rencana Iran untuk Membunuh Donald Trump: Diotaki IRGC
Namun, pemandangan itu berubah total ketika musim kemarau tiba.
Seiring berkurangnya intensitas hujan, air di danau musiman perlahan menyusut akibat penguapan.
Lambat laun, genangan air menghilang hingga menyisakan hamparan tanah yang kemudian ditumbuhi rerumputan hijau.
Transformasi inilah yang membuat lokasi tersebut tampak seperti padang sabana alami.
Hamparan rumput yang luas berpadu dengan latar perbukitan menciptakan panorama yang berbeda dibandingkan saat musim hujan.
Perubahan lanskap yang terjadi setiap tahun menjadi salah satu keunikan kawasan ini.
Dalam satu lokasi yang sama, masyarakat dapat menyaksikan dua wajah alam yang berbeda, yakni danau alami ketika musim hujan dan padang sabana saat musim kemarau.
Fenomena tersebut juga menjadi bukti bagaimana perubahan musim memberikan dampak nyata terhadap bentang alam di kawasan Gantiwarno.
Meski kini berubah menjadi padang rumput, warga meyakini kawasan tersebut akan kembali dipenuhi air ketika musim penghujan tiba.
Siklus itu terus berulang setiap tahun, menjadikan danau musiman di kaki perbukitan Gunungkidul ini sebagai salah satu fenomena alam unik yang dimiliki Kabupaten Klaten.
Tak heran apabila lokasi tersebut kerap menjadi perhatian warga sekitar karena selalu menghadirkan pemandangan yang berbeda di setiap pergantian musim.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)