Duta Besar Uni Eropa Boyong Belasan Dubes Negara Eropa Kunjungi Likupang, Sulawesi Utara
Alpen Martinus July 16, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MINUT - Sulawesi Utara mendapatkan kunjungan tamu kehormatan dari delegasi Uni Eropa (UE). 

Dipimpin Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, belasan Duta Besar Negara Eropa untuk Indonesia mengunjungi Bumi Nyiur Melambai. 

Rombongan Delegasi UE tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Rabu 15 Juli 2026 sore. 

Baca juga: Pengurus Muslimat NU Minut Resmi Dilantik, Soeprapti Djumangin: Perkuat Toleransi dan Pengabdian

Rombongan langsung bertolak ke Likupang, Minahasa Utara. 

Dubes UE untuk Indonesia, Denis Chaibi mengungkapkan, ia dan para dubes terkesima dengan keindahan Sulawesi Utara. 

"Kami benar-benar dibawa ke surga. Kita bisa melihat betapa hijaunya daerah ini. Indah sekali. Sebelum mendarat, ada gunung di tengah laut, pun pemandangannya luar biasa," kata Chaibi dalam Welcoming Remarks di Paradise Hotel Likupang, malam ini. 

Selain Deni Chaibi, terdapat sedikitnya tujuh Duta Besar untuk Indonesia yang datang ke Likupang. 

Para Duta Besar dimaksud berasal dari Belgia, Spanyol, Denmark, Lithuania, Rep. Ceko, Irlandia dan Austria. 

Selain itu, turut serta Deputi Head of Mission Kedubes Finlandia dan Portugal; Konsuler Perdagangan Kedubes Bulgaria; Konsuler Politik Kedubes Prancis dan Head of Cooperation Delegasi UE untuk Indonesia. 

Kedatangan para Dubes Eropa dan pejabat tinggi Kedubes ke Likupang dalam muhibah European Unions Head of Mission Visit to North Sulawesi yang berlangsung 16-17 Juli. 

Kunjungan ini dalam rangka program dukungan Uni Eropa serta lembaga terkait terhadap Program Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Dukungan Terhadap Perikanan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang. 

Selama dua hari, para anggota delegasi UE akan mengunjungi kawasan konservasi pesisir di Minahasa Utara. Seperti Desa Lihunu, Pulau Bangka dan Desa Ekowisata Bahoi. 

Program pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar khusus di Sulawesi Utara dijalankan oleh Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia.

Selain dari UE, dukungan terhadap program datang dari WfK Development Bank (Jerman) dan Kementerian Kehutanan RI. 

"Program ini merupakan komitmen bersama negara-negara Uni Eropa. Kami ingin melihat bagaimana program ini bisa memberdayakan masyarakat pesisir," kata Denis Chaibi lagi. 

Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda menyambut delegasi UE dengan sukacita.

Katanya, kehadiran delegasi UE merupakan wujud kepercayaan bagi Sulawesi Utara, terutama Minahasa Utara. 

"Kami bangga karena program ini sudah berjalan bertahun-tahun. Ini kepercayaan dan berdampak langsung bagi masyarakat setempat," kata Joune usai makan malam bersama delegasi. 

Katanya, program konservasi ini mendidik masyarakat di wilayah pesisir menerapkan penangkapan ikan yang bervisi pelestarian ekosistem. 

"Masyarakat disadarkan untuk mengambil, penangkapan ikan sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi overfishing," kata Joune lagi. 

Joune bilang, pendampingan dan penberdayaan mampu meningkatkan taraf hidup masyaralat setempat.(NDO) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.