TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) gelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumut, Rabu (15/7/2026) sore.
Sidak tersebut dilakukan sebab, viralnya video antrean di seluruh SPBU Sumut.
Sidak tersebut dipimpin oleh anggota Komisi XII DPR RI Ade Jona Prasetyo.
Mereka sidak ke SPBU jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.
Dalam sidak tersebut, Ade Jona terlihat menyapa para pengendara yang mengantre dan menanyakan perihal antrean mengular tersebut.
Anggota Komisi XII DPR RI Ade Jona mengatakan, permasalahan yang terjadi yang mengakibatkan antrean mengular bukan karena stok yang habis, melainkan adanya permasalahan internal.
"Hari ini kami memastikan stok BBM masih cukup. Tapi kami minta secepat-cepatnya kepada pihak terkait untuk bisa mengeksekusikan (pendistribusian minyak ke SPBU)," jelasnya.
Ia juga membenarkan, adanya pengurangan driver untuk mengantar BBM dari ke SPBU.
"Tadi sudah dijelaskan masalah yang terjadi, ada 125 sopir (mengalami masalah internal). Tapi kita terus koordinasi supaya langsung bisa menyelesaikan hal ini dan membawa tangki yang ada di depot dan Langsung kita upayakan untuk distribusikan targetnya 1 tangki itu berisi 2000 liter minyak," jelasnya.
Menurutnya, solusi Gubernur Sumut Bobby Nasution menurunkan TNI-Polri cukup baik.
Hanya saja, ia meminta pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah internal tersebut.
"Jadi solusinya tadi dari hasil pertemuan dengan Pertamina dan Elnusa, pihaknya akan menambah 161 armada untuk pendistribusian minyak ke seluruh SPBU Sumut dan ada seratusan supir distribusi BBM dari beberapa daerah dialihkan ke Sumatera, khususnya Sumut sementara waktu ini," jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan mengisi BBM secukupnya.
"Kita minta masyarakat untuk tetap tenang, jangan panic buying. Beli secukupnya. Karena, memang, stok BBM Aman, hanya distribusinya saja yang perlu diperbaiki," jelasnya.
Pastikan Jumat Dini Hari Normal, Tambah Armada Hingga Bawa Back Up Supir dari Daerah Lain
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menjelaskan, kejadian antrean yang mengular ini ditargetkan berakhir pada hari, Jumat (17/7/2026) pukul 00.00 WIB dini hari.
"Hari ini beliau (Ade Jona) sidak untuk memastikan stok BBM tersedia. Kedua, kami laporkan, untuk percepatan masalah ini.
Ada 161 armada yang akan melakukan backup percepatan dan pemulihan dalam waktu dekat. Kami estimasi Jumat malam pukul 00.00 WIB, semua sudah tersedia seperti biasa," tuturnya.
Diakuinya, ada kendala dari pengantaran BBM ke SPBU tersebut.
Meski demikian, pihaknya telah menyediakan beberapa solusi.
"Sopir ada kondisi memang (kendala). Tapi, ada penggantian sopir dari wilayah lain dan ini sudah di back up. Selain itu, TNI-Polri dan polda juga melakukan backup untuk membatu personel dan berkolaborasi mengatasi permasalahan ini," jelasnya.
Diketahui, meski TNI-Polri sudah dikerahkan untuk membawa mobil tangki BBM, tetap antrean mengular masih terjadi hingga hari ini.
Bahkan pantauan Tribun Medan di sejumlah SPBU Kota Medan berhenti operasi, karena tidak adanya ketersediaan BBM.
Misalnya di sepanjang Jalan Jamin Ginting hingga malaam ini, terpantau BBM tersebut tutup.
Sementara di SPBU, Jalan Brayan Kota Medan terpantau terjadi antrean panjang hingga menghabiskan badan jalan.
Antrean itu diisi oleh truk, kontainer, kendaraan roda dua dan empat. Di sana, tertulis solar habis.
Begitupun, di area Ade Jona sidak, antrean mengular mulai dari kendaraan besar hingga kecil yang menjadi kemacetan.
(Cr5/tribun-medan.com)