Tips Melakukan Private Umrah dan Terhindar dari Korban Penipuan, Mulai Tren di Tahun 2026
Refly Permana July 16, 2026 12:27 AM

 

SRIPOKU.COM - Awal tahun 2026, berkembang tren umrah dengan istilah private umrah.

Calon jemaah yang menggunakan fasilitas ini bisa menjalankan ibadah umrah dengan fleksibilitas lebih tinggi.

Jemaah diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri jadwal keberangkatan serta memilih hotel sesuai dengan keinginan atau preferensi mereka.

"Saat ini, banyak jemaah yang beralih ke konsep private umrah atau perjalanan keluarga, di mana jemaah dapat mengatur jadwal dan memilih hotel sendiri namun tetap terlindungi oleh biro perjalanan resmi," kata Salwaty yang merupakan Direktur Utama PT Sriwijaya Megawisata saat hadir di podcast Tamu Sripo di Graha Tribun Palembang belum lama ini.

Hanya saja, kata Salwaty, ada beberapa tips untuk calon jemaah yang ingin melakukan private umrah.

Baca juga: Waspada Modus Minta THR! Oknum Wartawan Catut Nama Tribunsumsel/Sripo Teror Pejabat PALI

Calon jemaah wajib menggunakan biro perjalanan resmi yang terdaftar dan memiliki izin, serta menyarankan masyarakat untuk memilih biro perjalanan yang memiliki kantor fisik di daerah setempat.

Masyarakat juga diingatkan untuk bersikap kritis terhadap harga yang tidak wajar dengan sistem ponzi dan selalu memastikan detail reservasi hotel serta tiket pesawat secara langsung.

Memilih penerbangan langsung, lanjut Salwaty, lebih disarankan daripada transit berkali-kali untuk menjaga kondisi fisik jemaah, mengingat risiko kelelahan dan tantangan evakuasi jika terjadi masalah kesehatan.

"Meskipun bersifat mandiri dalam pemilihan jadwal dan fasilitas, jemaah tetap berada di bawah naungan dan perlindungan dari biro perjalanan yang memberangkatkan, sehingga legalitas dan keamanan perjalanan tetap terjamin," kata Salwaty.

Salwaty mengingatkan calon jemaah agar tidak mudah tergiur harga murah. 

Selalu minta bukti reservasi hotel yang sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan, serta pastikan tiket pesawat memiliki kode pemesanan yang bisa diverifikasi langsung ke maskapai.

Lanjutnya, tawaran harga yang terlalu murah dibandingkan harga pasar berisiko pada ketidakpastian fasilitas di lapangan.

"Meskipun namanya mandiri, pastikan pihak biro perjalanan tetap mengatur penggabungan dengan pembimbing yang ada di Arab Saudi sehingga Anda tetap mendapatkan panduan ibadah yang mumpuni selama di sana," katanya.

Salwaty menegaskan bahwa umrah mandiri yang benar-benar dilakukan sendiri tanpa travel berisiko tidak terproteksi secara hukum. 

Sebaliknya, private umrah adalah layanan yang tetap berada di bawah naungan dan izin resmi biro perjalanan (PPIU). 

Artinya, jemaah mendapatkan fleksibilitas jadwal dan hotel, namun tetap dilindungi oleh sistem travel yang berizin.

"Maka dari itu, pihak travel seperti kami dari PT Sriwijaya Megawisata lebih menyukai istilah private umrah ketimbang umrah mandiri," kata Salwaty.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.