SURYA.CO.ID, NGANJUK – Penemuan jasad pria yang terkubur secara tidak wajar di area pekarangan samping rumahnya sendiri di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, kini memicu teka-teki serta kecurigaan mendalam warga sekitar.
Peristiwa mengerikan itu terkuak setelah rentetan kejanggalan aneh menimpa keluarga korban dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu kejanggalan yang mulai dicurigai adalah gelagat yang ditunjukkan anak angkat korban berinisial S.
Anak angkat perempuan korban, S, bahkan dinilai melakukan manuver aneh dengan mengajak ibunya, atau istri korban pergi dan meninggalkan ibunya di Malang pada Rabu (15/7/2026) pagi,
Baca juga: Misteri Hilangnya Gatot Berakhir Tragis, Jasad Diduga Dikubur di Pekarangan Rumah Di Nganjuk
Tetangga korban, Ita mengatakan kejanggalan kematian Gatot makin meluap ketika Selasa (14/7/2026) sekira pukul 18.00 WIB.
Sepulang kerja, istri Gatot, yang akrab disapa, Mbak Tin, tidak bisa mengakses rumah.
Seluruh pintu rumahnya terkunci rapat serta kondisi lampu padam total.
"Istrinya terpaksa menumpang tidur di rumah kerabatnya di Desa Kelurahan, Kecamatan ngronggot," katanya kepada SURYA.CO.ID.
Keanehan berlanjut saat keesokan paginya, Rabu (15/7/2026).
Anak angkat korban melakukan pergerakan mencurigakan yang diduga untuk mengusir sang ibu dari area rumah.
Pagi itu S mengajak ibunya pergi jauh dengan sepeda masing-masing dengan dalih mencari keberadaan Gatot.
"S mengajak ibunya pergi untuk mencari ayahnya, Diajak berputar-putar sampai ke Malang. Tapi sesampainya di Malang, ibunya malah ditinggal. Ibunya akhirnya pulang sendiri," paparnya.
Warga sekitar rupanya sempat menangkap sinyal bahaya sebelum jasad korban yang terkubur di pekarangan itu akhirnya ditemukan.
Seorang warga, Mohammad Ali Ridho, menjelaskan terdengar pekikan minta tolong dari arah rumah Gatot.
Teriakan itu melengking dan terdengar warga pada Senin (13/7/2026) pukul 14.00 WIB.
"Warga mendengar ada teriakan meminta tolong," bebernya.
Saat teriakan histeris terdengar, rumah itu diketahui hanya dihuni oleh korban dan anak perempuan dan kekasihnya.
"Di rumah sama anaknya. Di dalam juga ada pacar dari anaknya. Anak perempuan itu sekira berusia 20 tahun," ungkapnya.
Baca juga: Fakta Baru Kasus Jasad Terkubur di Nganjuk, Warga Sebut Ada Jeritan Minta Tolong
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono menyatakan warga sekitar juga sempat mendengar adanya percek-cokan di rumah itu.
Akan tetapi, warga tak mengetahui persoalan apa yang menimpa keluarga itu.
"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," sebutnya.
Aparat keamanan yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat membongkar gundukan tanah mencurigakan di pekarangan korban.
Polisi telah melaksanakan olah TKP dan mengevakuasi jasad yang diduga Gatot dari dalam gundukan.
Jasad Gatot dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.