Film Foufo Bikin Bangga Madura, Haji Her Siap Jadi Sponsor Karya Lokal Berikutnya
Wiwit Purwanto July 16, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA – Pengusaha rokok dan tembakau asal Madura, H. Khairul Umam atau Haji Her, menunjukkan dukungannya terhadap industri perfilman lokal dengan menghadiri nonton bareng Film Foufo di Plaza Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Pengusaha yang dikenal sebagai "Sultan Madura" itu bahkan menyatakan siap mendukung karya-karya baru sineas daerah.

Kehadiran Haji Her disambut antusias para penonton yang memadati bioskop. Film garapan Bayu Skak tersebut dinilai bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya dan bahasa Madura kepada masyarakat luas.

Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, Foufo menghadirkan identitas lokal dalam balutan komedi, drama keluarga, dan sentuhan fiksi ilmiah yang segar.

Film yang dibintangi Tretan Muslim itu mengisahkan seorang pengepul rongsok keturunan Madura yang berjuang melunasi biaya ibadah haji sang ibu.

Baca juga: Film Sunghai Angkat Misteri Prasasti Kamulan, Sineas Trenggalek Bikin Kisah Lebih Memikat

Kehidupannya berubah setelah menemukan bangkai UFO dan menyelamatkan seekor alien yang kemudian diberi nama Foufo. Teknologi canggih milik Foufo perlahan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi keluarganya.

"Filmnya bagus sekali menurut saya, lucu, ada kisah menariknya juga, cerita seorang anak yang mau memberangkatkan haji ibunya. Itu Madura banget," sebut Haji Her ditemui di Plaza Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Menurut Haji Her, nilai-nilai yang diangkat dalam film tersebut sangat merepresentasikan karakter masyarakat Madura yang menjunjung tinggi kejujuran, ibadah, dan semangat saling membantu.

"Disamping itu juga keadaan apapun, mereka tetap berkata jujur, ibadah, dan tetap mau membantu orang lain. Itu Madura banget," sebutnya.

Ia juga mengapresiasi kemampuan para pemain yang mayoritas merupakan talenta baru asal Jawa Timur, terutama dalam membawakan dialog dan budaya Madura secara natural.

“Pemerannya memerankan budaya Madura, bagus, mereka berbakat. Saya harap terus berkarya dan bagus. Intinya rugi kalau ga nonton. Suport, dan siap kita mensponsori kalau ada lagi. Harapannya kalau ada karya baru, boleh lah mensuport,” sebutnya.

Baca juga: Tantangan Gila Karina Aliya di Film FoUfo Bayu Skak, Sempat Minder di Antara Warga Madura Asli

Bayu Skak Ingin Angkat Talenta Daerah ke Layar Lebar

Sementara itu, produser sekaligus sutradara Bayu Skak mengatakan, Foufo telah menjalani rangkaian roadshow di berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Madura, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Menurut Bayu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan film berlatar budaya Madura kepada publik nasional.

“Selain Surabaya dan Madura, harapannya upaya kami menggerakan massa, ada Abah yang juga punya pengikut dan penonton banyak. Pada awalnya ini masih baru, pertama kali film menggunakan bahasa Madura yang 70 hingga 80 persen bahasa Madura. Upaya seperti ini kami menonton bareng dan validasinya ada,” sebutnya.

Bayu juga menegaskan bahwa Foufo menjadi bukti talenta daerah mampu bersaing di industri perfilman nasional. Ia sengaja melibatkan banyak pemain lokal, termasuk yang belum dikenal luas maupun non-aktor profesional.

“Dari saya, nampaknya tidak perlu yang main harus yang punya followers ribuan tapi juga dari pemain baru. Dari Bangkalan juga ada, itu membuktikan anak daerah kalau diberi kesempatan juga akan bersaing,” tuturnya.

Film Foufo diproduseri Bayu Skak bersama Ricky R. Setiawan dengan produser eksekutif David Suwarto. Film ini dibintangi Tretan Muslim, Habib Ja'far, Ade 'Bibier' Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

Salah seorang penonton, Laily, warga Bangkalan, mengaku bangga karena budaya dan bahasa Madura mendapat ruang di layar lebar Indonesia.

“Filmnya bagus, kita orang Madura merasa bangga, bisa mengenalkan bahasa Madura ke banyak orang. Jarang-jarang lho Madura jadi film. Dari judulnya saja sudah lucu Fo Ufo, ufonya juga lucu. Anak saya kemarin nangis pengen bonekanya,” ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.