Rayan Cherki tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah Prancis menelan kekalahan 2-0 dari Spanyol di babak semifinal Piala Dunia. Pemain bintang Manchester City itu membalas pertanyaan wartawan ketika ditanya soal performa rekan setimnya, Lucas Digne, yang mengalami malam buruk di Dallas.
Cherki membela kesalahan Digne
Skuad asuhan Didier Deschamps harus mengubur mimpi mereka melaju ke final setelah Spanyol tampil terlalu tangguh dengan permainan yang sangat efisien di semifinal. Kebuntuan pecah pada awal babak pertama ketika Digne melakukan pelanggaran fatal terhadap Lamine Yamal di dalam kotak penalti. Mikel Oyarzabal mengeksekusi penalti dengan tenang dan membawa Spanyol unggul, sebelum Pedro Porro menambah gol kedua di babak kedua untuk menutup kemenangan dominan 2-0. Di area wawancara campuran, Cherki ditanya tentang kondisi mental rekan setimnya saat jeda babak pertama — pertanyaan yang memicu reaksi keras dari pemain Manchester City tersebut.
“Menurutmu apa yang akan aku katakan? Bahwa dia menangis, bahwa kami menundukkan kepalanya? Tidak,” jawab Cherki dengan nada tajam. “Hal-hal seperti ini terjadi dalam sepak bola. Kami harus mendukungnya, dan dia harus tetap bersama kami. Kami semua bersatu. Di babak pertama, kami semua bersama.”
Titik balik pertandingan
Cherki menyoroti pentingnya gol kedua Spanyol yang memastikan hasil akhir pertandingan. “Kami tahu gol kedua akan sangat krusial karena dalam pertandingan seperti ini, jika kedudukan 1-1, sangat sulit untuk bertahan. Tapi 2-0, itu cerita yang berbeda. Hari ini, rasa kecewa ini sangat besar,” ujarnya.
Cherki, yang baru masuk pada menit ke-72 ketika skor sudah tak berubah, juga menunjukkan kekecewaan ketika ditanya tentang waktu bermainnya. Saat ditanya apakah ia ingin dimainkan lebih awal, ia hanya menjawab singkat: “Menurutmu bagaimana?” sebelum mengakhiri wawancara.
‘Kami kalah dari diri sendiri’
Cherki memberikan penilaian yang sangat kritis terhadap performa keseluruhan tim Prancis. “Ini adalah kekecewaan yang sangat besar… karena hari ini kami kalah dari diri kami sendiri,” ujarnya secara blak-blakan kepada media. “Kami tidak kalah dari wasit, kami tidak kalah dari Spanyol, kami kalah dari diri sendiri. Di sini, kalian semua tahu, kami tahu bahwa kami adalah tim yang kuat. Satu-satunya tim yang bisa menyingkirkan kami adalah diri kami sendiri. Dan hari ini, itulah yang terjadi. Kami kalah secara teknik, kami kalah secara taktik, kami kalah dalam duel. Ini benar-benar kekecewaan besar hari ini.”
Perebutan tempat ketiga menanti
Meski pahit dengan kekalahan ini, Prancis harus segera bangkit untuk laga terakhir turnamen mereka. Pada hari Sabtu di Miami, mereka akan menghadapi tim yang kalah di semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina untuk memperebutkan medali perunggu — laga yang hanya memberikan sedikit penghiburan bagi tim yang sebelumnya menargetkan trofi utama. Namun bagi Cherki dan rekan-rekannya, tujuannya kini adalah menutup turnamen dengan hasil positif.