DPRD Jatim Dorong Sinergi Guru dan Wali Murid Sejak MPLS untuk Cegah Kriminalisasi Guru
Ndaru Wijayanto July 16, 2026 03:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jawa Timur mendorong terbangunnya sinergi yang kuat antara sekolah, guru, dan wali murid sejak pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan komunikasi yang baik sekaligus mencegah kesalahpahaman yang berpotensi berujung pada kriminalisasi guru.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mengatakan momentum MPLS dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa, tetapi juga memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai aturan dan budaya sekolah.

"MPLS adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Harapan kami juga misalkan di panggil juga wali murid. Jadi pertemuan wali murid diberikan penjelasan tentang kondisi, situasi sekolah," kata Rasiyo saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (15/7/2026). 

Baca juga: Tak Hanya Kenalan Sekolah, MPLS di Banyuwangi Bekali Siswa Keterampilan Penanganan Kebakaran

Rasiyo termasuk yang konsen memberikan dorongan agar sinergi antara sekolah, guru dan wali murid terus dikuatkan.

Ini berkaca dari fenomena guru yang sebelumnya dilaporkan oleh wali murid karena dianggap melakukan kekerasan. 

Sehingga, Rasiyo mendorong tata tertib sekolah harus juga diperkenalkan kepada wali murid.

Sebab, tata tertib harus dipatuhi bersama. Dengan demikian, kalaupun ada tindakan kepada siswa yang melanggar maka dapat dipahami sebagai upaya untuk mematuhi tata tertib. 

Baca juga: SDN Wonosuko 1 Lakukan Asesmen Psikologis, Hindari Kejadian Wali Murid Laporkan Guru

Pada intinya, Rasiyo getol mendorong sinergi yang kuat agar tidak terjadi kesalahpahaman antara sekolah, guru dan wali murid.

"Sehingga kalau sudah connect ya harapan kita gak ada masalah di kemudian hari," jelas politisi Partai Demokrat tersebut. 

Beberapa waktu lalu, Rasiyo juga menyuarakan pentingnya sinergi yang kuat ini.

Para pengajar didalam menjalankan proses belajar mengajar di sekolah diharapkan tidak terbayang-bayang ketakutan berlebihan ditengah fenomena kriminalisasi guru yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Senyum Guru Maya Hanya Mengajar 1 Murid SD Negeri di Tahun Ajaran Baru, Sebut Mirip Les Privat

DPRD Jatim pun meminta agar ada pemahaman bersama termasuk dari orang tua mengenai tindakan guru untuk mendisiplinkan siswa.

Rasiyo menegaskan guru memiliki peranan penting dan sentral dalam pendidikan. 

Rasiyo yakin betul tidak ada guru yang dengan niat sengaja menyakiti siswa karena kebencian. 

"Saya kira tidak ada guru yang menyakiti siswa, kemudian mendidik siswa menjadi tidak baik," kata Rasiyo saat berbincang dalam serial Podcast Ngobrol Bareng Dewan di Studio TribunJatim Network belum lama ini. 

Secara khusus, Podcast ini memang mengangkat tema “Perlindungan Guru ditengah kasus kriminalisasi".

Tema ini sengaja diangkat merespons beberapa kejadian sebelumnya dimana guru dilaporkan ke polisi setelah menegur siswanya.

Menurut Rasiyo, lantaran begitu pentingnya peran guru, maka sudah seharusnya guru mendapat perlindungan. Jangan sampai guru dibayangi ketakutan saat mendidik siswa. 

Sebab, guru tidak saja memberikan ilmu pengetahuan namun juga menanamkan pendidikan karakter kepada siswa. 

Rasiyo pun mewanti-wanti agar guru tidak perlu cemas berlebihan. 

"Makanya saya sering menyarankan kepada semua guru tidak usah putus asa karena guru itu dilindungi di dalam undang-undang," jelasnya. 

Rasiyo menginginkan ada pemahaman bersama mengenai peran guru dan bagaimana saat belajar mengajar.

Pemahaman ini tentu saja juga penting kepada para orang tua atau wali murid.

Karena Rasiyo kembali menegaskan tidak mungkin guru akan menjerumuskan siswanya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.