Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
SAUMLAKI, TRIBUNAMBON.COM - Sehari menjelang pelaksanaan Groundbreaking Proyek Lapangan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memastikan seluruh persiapan di lokasi acara di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, telah memasuki tahap akhir.
Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Gubernur turun langsung meninjau lokasi peletakan batu pertama proyek strategi nasional tersebut pada Rabu (15/7/2026).
Hasil peninjauan menunjukkan progres pembangunan infrastruktur pendukung dan kebutuhan seremoni telah mencapai sekitar 90 persen.
"Secara fisik, progres pembangunan infrastruktur pendukung dan seluruh kebutuhan seremoni telah mencapai 90 persen. Masih ada waktu sekitar 24 jam untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan minor sehingga pada saat pelaksanaan nanti seluruh persiapan dapat rampung 100 persen, " kata Hendrik.
Baca juga: Benhur Watubun Kritik Implementasi Program Pemerintah, Tegaskan Tetap Dukung Kebijakan Pro Rakyat
Baca juga: DPRD Tanimbar Tegaskan Dukungan Penuh Blok Masela, tetapi Minta Hak Pemilik 14 SHM Tak Diabaikan
Menurutnya, pekerjaan yang tersisa hanya berupa penyempurnaan sejumlah fasilitas pendukung sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai standar protokoler kenegaraan.
Ia mengatakan optimisme tersebut muncul karena koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku, panitia penyelenggara event organizer kontraktor, aparat keamanan hingga seluruh pihak yang terlibat berjalan sangat baik.
Selama beberapa hari terakhir, seluruh elemen bekerja hampir tanpa henti untuk memastikan lokasi siap digunakan menyambut Presiden Republik Indonesia dalam agenda peletakan batu pertama Lapangan Abadi Blok Masela.
Groundbreaking ini menjadi momentum yang telah lama dinantikan masyarakat Maluku setelah proyek migas raksasa tersebut melewati perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade.
Mulai dari penemuan cadangan gas, perubahan konsep pengembangan dari Offshore ke onshore hingga penyelesaian berbagai aspek teknis dan administratif.
Karena itu, Hendrik mengajak seluruh masyarakat Maluku ikut mendukung suksesnya pelaksanaan groundbreaking yang diyakini akan menjadi titik awal percepatan pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik titik momentum ini menjadi langkah penting bagi masa depan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kawasan, " ujarnya.
Ia juga berharap Presiden Republik Indonesia diberikan kesehatan sehingga dapat menghadiri langsung acara bersejarah tersebut.
"Kehadiran bapak presiden sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Maluku, khususnya masyarakat kabupaten Kepulauan Tanimbar," tuturnya.
Menurut Gubernur, keberhasilan pembangunan Blok Masela nantinya diharapkan mampu menghadirkan investasi besar, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, sekaligus memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat industri energi nasional.
Diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela merupakan lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia.
Lokasinya berada sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafuru dengan kedalaman laut 400-800 meter.
Potensi gas dari lapangan abadi itu diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF).
Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Masela yang ditandatangani sejak 1998 dan telah diperpanjang hingga 2055 itu diproyeksikan mampu menghasilkan 9,5 juta metrik ton LNG per tahun (MMTPA), 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari (MMSCFD), serta produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
Pengembangan lapangan migas baru (greenfield) tersebut memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea,Floating Production Storage and Offloading (FPSO), hingga pembangunan kilang LNG di darat (onshore LNG planet).
Dibalik tantangan itu, proyek ini diperkirakan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja, sehingga kebutuhan terhadap akses transportasi yang handal menjadi semakin penting. (*)