Leeds Gugat Leicester atas Gagalnya Promosi ke Liga Premier Setelah Pelanggaran Aturan Keuangan oleh The Foxes
Budi Santoso July 16, 2026 07:12 AM

Leeds United telah memulai proses hukum terhadap Leicester City, menuntut ganti rugi besar setelah gagal meraih promosi otomatis ke Liga Premier pada musim 2023-24. Leicester diketahui melanggar aturan keuangan selama kampanye perebutan gelar mereka, yang mendorong Leeds untuk menuntut kompensasi finansial, mengikuti kasus hukum besar sebelumnya antara Burnley dan Everton.

Menuntut kompensasi finansial

Menurut laporan dari The Athletic, Leeds telah mengajukan pernyataan tuntutan terhadap Leicester terkait kegagalan mereka mendapatkan promosi otomatis pada musim 2023-24. Leicester memenangkan gelar Championship dan finis dua posisi di atas Leeds, namun kemudian dikenai hukuman karena melanggar aturan pengeluaran. Leeds akhirnya kalah di final play-off dan harus bertahan satu musim lagi di divisi kedua.

Tuntutan hukum ini mencakup kerugian finansial spesifik dan meminta penilaian atas kerugian yang timbul akibat pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan (PSR). Leicester dijatuhi penalti enam poin musim lalu sebagai konsekuensi dari pelanggaran keuangan mereka selama musim perebutan gelar tersebut. Baik Leeds maupun Leicester menolak memberikan komentar tentang kasus ini.

Preseden Burnley jadi acuan

Langkah hukum Leeds ini diambil setelah keberhasilan Burnley dalam kasus mereka melawan Everton. Bulan lalu, terungkap bahwa Everton diperintahkan untuk membayar Burnley sebesar £35 juta sebagai kompensasi dan bunga atas pelanggaran PSR pada musim 2021-22. Everton finis empat poin di atas Burnley, yang akhirnya terdegradasi dan kehilangan pendapatan besar dari hak siar televisi serta kesepakatan komersial Liga Premier.

Burnley berhasil meyakinkan bahwa mereka akan tetap bertahan di Liga Premier jika Everton mendapat pengurangan poin. Sebuah komisi independen menyimpulkan: “Berdasarkan keseimbangan probabilitas, pelanggaran PSR oleh Everton menyebabkan Burnley terdegradasi.” Everton telah menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut, tetapi kerangka hukum untuk kompensasi kini telah terbentuk dengan jelas.

Kesempatan promosi yang hilang

Meskipun kasus Burnley tidak menciptakan preseden hukum yang mengikat, kasus tersebut memberikan dasar yang jelas bagi klub lain untuk menuntut kompensasi. Leeds diperkirakan akan berargumen bahwa mereka seharusnya mendapatkan promosi otomatis ke Liga Premier musim 2023-24 jika Leicester mematuhi aturan PSR secara ketat.

Perbedaan finansial antara Championship dan Liga Premier sangat besar, dan Leeds kehilangan potensi pendapatan yang signifikan setelah gagal di babak play-off. Alih-alih menikmati kompetisi di kasta tertinggi, Leeds harus bersiap menghadapi satu musim lagi yang berat di Championship. Proses hukum ini menyoroti tren yang berkembang di mana klub-klub kini semakin menuntut pertanggungjawaban dan kompensasi finansial ketika rival mereka melanggar peraturan keuangan.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Perselisihan hukum antara Leeds dan Leicester masih berada pada tahap awal, dan sidang baru dijadwalkan berlangsung musim panas mendatang. Hingga saat itu, kedua klub akan fokus pada perjuangan mereka di lapangan. Namun, hasil dari kasus ini berpotensi mengubah lanskap hukum sepak bola Inggris, membuka jalan bagi lebih banyak klub untuk menuntut ganti rugi atas pelanggaran keuangan di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.