TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah persoalan yang dinilai menghambat efektivitas program, mulai dari dugaan penyalahgunaan hingga belum meratanya kesiapan infrastruktur pendukung.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, pihaknya telah meminta waktu selama satu bulan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengkaji seluruh permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan MBG.
Hasil evaluasi itu nantinya akan menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan sebelum diputuskan oleh Presiden.
Baca juga: Harga Ayam dan Telur Mulai Naik, Bapanas Sebut Program MBG dan Berakhirnya Bulan Suro Jadi Pendorong
Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Zulhas, terdapat sejumlah lokasi yang telah ditetapkan sebagai penerima program, tetapi hingga kini belum memiliki dapur SPPG yang siap beroperasi, sementara di lokasi lain pembangunan fasilitasnya juga belum rampung.
“Tadi mengenai MBG akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau penyalahgunaan,” kata Zulhas.
Permasalahan yang harus dikaji dari Program MBG tersebut kata Zulhas di antaranya masalah titik SPPG.
Ada beberapa wilayah yang sudah seharusnya ada dapur SPPG, namun ternyata belum ada.
“Banyak, ya. Yang penyalahgunaan, kemudian titik-titik yang sudah layak menerima, kemudian sudah begitu banyak titik yang sudah ditentukan tetapi belum ada apa SPPG-nya. Ada yang sudah membangun tapi belum ada, banyak, banyak hal, ya,” katanya.
Zulhas mengatakan dalam rapat ia meminta waktu satu bulan kepada Presiden untuk mengkaji secara mendalam dan komprehensif mengenai permasalahan yang ada pada program MBG.
“Kami minta waktu satu, satu bulan. Ya, 1 bulan lagi. 1 bulan untuk menyelesaikan, merapikan,” katanya.
Baca juga: Pengumpulan Data MBG Dihentikan, Kejagung Dikritik, Pakar Hukum: Sama Saja Berhenti Cari Alat Bukti
Setelah satu bulan kata Zulhas dirinya akan melaporkan kepada Presiden mengenai hasil temuan masalah dan usulan pembenahan yang harus dilakukan.
Nantinya Presiden akan memutuskan langkah apa yang dinilai tepat untuk menyelesaikan masalah MBG.
“Setelah itu, langkah-langkah berikutnya kami akan laporkan Bapak Presiden untuk nanti diputuskan, diberi arahan seperti apa keputusan akhirnya. Tetapi kami akan mengkaji lebih mendalam 1 bulan dari hari ini,” katanya.
“1 bulan ini kita akan paparkan ke Bapak Presiden untuk nanti diambil keputusan yang tepat seperti apa seharusnya,” pungkasnya. (*)