TRIBUNNEWS.COM - Timnas Inggris belum pernah mengalahkan tim yang berada di 10 besar ranking FIFA pada fase gugur Piala Dunia sejak 1998. Kekalahan 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 memperpanjang catatan buruk tersebut.
Masalah muncul setiap kali Inggris berhadapan dengan lawan penghuni 10 besar ranking FIFA.
Berikut perjalanan Inggris di fase gugur sejak tahun 1998, terkecuali tahun 2014 yang gagal lolos dari penyisihan grup karena kalah dari Italia dan Uruguay, serta imbang atas Kosta Rika.
Pada tahun 2018, Kroasia yang berhasil mengalahkan Inggris di babak semifinal berada di peringkat 20 ranking FIFA.
| Tahun Piala Dunia | Lawan | Peringkat FIFA Lawan | Peringkat FIFA Inggris | Catatan Singkat Pertandingan | Babak |
| 1998 | Argentina | Peringkat 6 | Peringkat 5 | Kalah adu penalti setelah bermain imbang 2-2. | 16 Besar |
| 2002 | Brasil | Peringkat 2 | Peringkat 12 | Kalah tipis 1-2 lewat gol ikonik Ronaldinho. | Perempat Final |
| 2006 | Portugal | Peringkat 10 | Peringkat 9 | Tersingkir lagi lewat drama adu penalti (0-0 waktu normal). | Perempat Final |
| 2010 | Jerman | Peringkat 6 | Peringkat 4 | Kalah telak 1-4 dengan kontroversi gol Frank Lampard. | 16 Besar |
| 2018 | Kroasia | Peringkat 20 | Peringkat 12 | Kalah 1-2 melalui babak perpanjangan waktu (extra time). | Semifinal |
| 2022 | Prancis | Peringkat 4 | Peringkat 5 | Tumbang 1-2 setelah penalti Harry Kane melambung. | Perempat Final |
| 2026 | Argentina | Peringkat 1 | Peringkat 4 | Tersingkir setelah kalah dramatis di menit-menit akhir babak perpanjangan waktu. | Semifinal |
Ranking FIFA baru diperkenalkan pada Desember 1992. Pada edisi pertama dengan ranking FIFA di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat, Inggris tidak lolos kualifikasi sehingga gagal mentas di putaran final.
Baru pada tahun 1998 sampai saat ini, Inggris mencatatkan konsistensinya untuk selalu lolos putaran final, bahkan hingga melaju ke babak fase gugur.
Meski beberapa kali menembus semifinal, Inggris belum mampu melewati rintangan saat bertemu tim elite dunia di fase gugur.
Setelah Inggris juara dunia tahun 1966, pencapaian pencapaian terbaik skuad The Three Lions adalah mencapai tiga semifinal dari tahun 1990, 2018, dan terbaru 2026.
Dua kesempatan sebelum tahun 2026, Inggris mengakhiri turnamen di peringkat 4.
Pada tahun 1990 Inggris dikalahkan Jerman Barat di semifinal, lalu kalah 1-2 dari Italia dalam perebutan tempat ketiga.
Sementara di tahun 2018, Inggris kalah dari Kroasia di semifinal, sebelum takluk 0-2 dari Belgia di laga pamungkas tempat ketiga.
Statistik tersebut dinilai bukan sekadar kebetulan. Jurnalis Sky Sports, Kaveh Solhekol, menilai kekalahan Inggris dari Argentina juga dipengaruhi kesalahan taktik Thomas Tuchel, seperti kejadian di Rusia enam tahun yang lalu.
Pelatih Inggris sama-sama salah langkah dalam pergantian pemain. Southgate dan Tuchel dianggap terlalu banyak memasukkan pemain bertahan sehingga timnya bermain lebih dalam di lini pertahanan.
"Persis seperti yang terjadi di Rusia pada tahun 2018, terulang kembali," kata Solhekol.
"Pada akhirnya, Tuchel salah dalam melakukan pergantian pemain. Sementara Argentina memasukkan pemain menyerang untuk kembali ke permainan," sambungnya.
Hasilnya, setelah gol Anthony Gordon di awal babak kedua Inggris kehilangan momentum sehingga Argentina dapat mencetak dua gol di penghujung waktu pertandingan, lewat tendangan keras Enzo Fernandez, dan sundulan Lautaro Martinez.
Sebelum laga berlangsung, pengamat sepak bola Bayu Ajianto dan Gigih juga menilai duel melawan Argentina akan menjadi ujian terbesar bagi Thomas Tuchel dan generasi emas Inggris.
"Pendekatan pelatih Thomas Tuchel yang sering dikritik karena dianggap 'terlalu Jerman' dan tidak cukup mencerminkan sepak bola Inggris tradisional," ucap Gigih.
"Tapi disiplin taktis yang diterapkan Tuchel berhasil membawa Inggris ke semifinal dan fleksibilitas taktiknya menjadi kunci krusial dalam menghadapi tekanan besar di turnamen ini," sambungnya.
"Laga melawan Argentina akan menjadi tolok ukur sesungguhnya bagi generasi emas Inggris saat ini," menurut Bayu.
Prediksi tersebut akhirnya terbukti. Argentina menjadi ujian terbesar Inggris di bawah Thomas Tuchel.
Setelah sempat unggul, The Three Lions kehilangan momentum dan tersingkir 1-2, sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka saat menghadapi tim 10 besar ranking FIFA di fase gugur Piala Dunia.
(Tribunnews.com/Sina)