Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis mulai memperkuat edukasi penghematan air kepada para siswa sebagai langkah menghadapi ancaman musim kemarau.
Materi tersebut bahkan telah disisipkan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh satuan pendidikan sebagai upaya menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga ketersediaan air.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharam Ahmad Zajuli, mengatakan langkah itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang diteruskan melalui Surat Edaran Bupati Ciamis mengenai kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Menurutnya, ada tiga fokus utama yang menjadi perhatian Disdik Ciamis, yakni edukasi penghematan air dan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi sekolah, serta penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
"Materi mengenai penghematan air, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sudah kami sampaikan dalam kegiatan MPLS. Kami ingin membangun kesadaran sejak hari pertama anak-anak berada di lingkungan sekolah bahwa air merupakan sumber daya yang harus dijaga dan digunakan secara bijaksana," kata Muharam, Kamis (16/7/2026).
Baca juga: MPLS 2026 Hari ke-3: Ini Link Materi Siaga Bencana Lengkap List Kegiatan dan Durasi Waktunya
Ia menjelaskan, metode penyampaian materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Untuk siswa SMP, pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi mengenai dampak kekeringan, cara menggunakan air secara efisien, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Siswa SMP sudah lebih mudah diajak berdialog dan memahami persoalan lingkungan. Karena itu, metode pembelajarannya dibuat lebih interaktif, termasuk memberikan contoh nyata bagaimana menghemat air dalam aktivitas sehari-hari, seperti menggunakan air secukupnya saat mencuci tangan, tidak membiarkan keran terbuka, serta menjaga kebersihan saluran air," ujarnya.
Sementara bagi siswa SD, materi disampaikan dengan pendekatan yang lebih sederhana dan menyenangkan agar mudah dipahami sesuai usia mereka.
Selain edukasi kepada siswa, Disdik Ciamis juga meminta seluruh kepala sekolah memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi selama musim kemarau.
Pengecekan dilakukan secara berkala terhadap sumber air, toilet, tempat cuci tangan, hingga saluran drainase agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
"Jangan sampai kegiatan belajar mengajar terganggu karena keterbatasan air bersih. Karena itu kami meminta setiap sekolah memastikan sumber air tetap tersedia, sanitasi berfungsi dengan baik, serta menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih dan sehat," katanya.
Muharam menambahkan, pengembangan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) juga terus diperkuat, terutama di tingkat SMP yang telah memiliki tim kesiapsiagaan bencana.
Menurutnya, SPAB tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga membangun budaya siaga sejak dini di lingkungan sekolah.
"Kalau kebiasaan menghemat air sudah ditanamkan sejak usia sekolah, dampaknya tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa hingga ke rumah dan masyarakat. Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya bersama menghadapi musim kemarau," pungkasnya.(*)
Baca juga: 14 PPPK Paruh Waktu di Ciamis Mengundurkan Diri, Ini Penyebabnya