PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyoroti antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Babel dalam beberapa hari terakhir.
Lembaga independen pengawas penyelenggaraan pelayanan publik itu menilai antrean panjang kendaraan tersebut menjadi indikasi menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat dan perlu segera dievaluasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Babel, Kgs Chris Fither, mengatakan, BBM bersubsidi merupakan komoditas strategis yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehingga akses terhadapnya harus dipastikan berjalan baik.
"Ombudsman memandang fenomena antrean panjang BBM bersubsidi di Bangka Belitung sebagai indikasi adanya penurunan kualitas pelayanan publik. BBM merupakan komoditas strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak," kata Chris kepada Bangka Pos, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, apabila masyarakat harus mengorbankan waktu produktif hanya untuk memperoleh BBM, maka hal tersebut menunjukkan adanya hambatan dalam pemenuhan hak-hak terhadap pelayanan publik.
"Kami menilai kondisi ini memerlukan evaluasi sistemik agar tidak berlarut-larut," ujar Chris.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyatakan stok pertalite di Babel dalam kondisi aman dan antrean dipicu meningkatnya pembelian yang dilakukan masyarakat setelah beredarnya isu di media sosial.
Menanggapi hal itu, Chris mengatakan penjelasan mengenai kecukupan stok memang telah disampaikan oleh pihak terkait.
Namun, kata dia, kondisi di lapangan memperlihatkan masih adanya kesenjangan antara ketersediaan pasokan dengan kemudahan masyarakat memperoleh BBM bersubsidi.
"Kami telah menerima penjelasan mengenai stok yang mencukupi dari pihak terkait. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan stok dengan kelancaran aksesibilitas. Jika isu di media sosial mampu menciptakan kepanikan massa, maka hal tersebut merefleksikan kerentanan dalam sistem pengawasan dan komunikasi publik," tutur Chris.
"Saat ini Ombudsman sedang dalam tahap melakukan pemantauan intensif di lapangan. Mengingat DPRD telah memberikan atensi khusus dan Pertamina juga telah menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan kendala distribusi ini, kami memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk melakukan perbaikan," ujarnya.
Ombudsman, lanjut Chris, memastikan akan mengambil langkah lebih lanjut apabila persoalan antrean terus berlanjut atau terdapat laporan dari masyarakat.
"Apabila ditemukan kendala yang berkelanjutan atau adanya laporan masyarakat, kami siap melakukan langkah-langkah pemeriksaan lebih lanjut, mulai dari permintaan keterangan, investigasi lapangan hingga pengawasan terhadap tindak lanjut penanganannya," katanya.
Chris juga meminta Pertamina dan pengelola SPBU memperketat pengawasan dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Menurut dia, sistem digital melalui MyPertamina harus dimanfaatkan secara optimal untuk mencegah penyalahgunaan pembelian BBM bersubsidi oleh pihak yang tidak berhak.
Selain itu, manajemen antrean di SPBU perlu ditata dengan lebih baik agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang layak.
Di sisi lain, Chris mengungkapkan hingga kini Ombudsman Babel belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait persoalan antrean BBM bersubsidi tersebut.
Meski demikian, pihaknya membuka ruang pengaduan apabila masyarakat menemukan dugaan penyimpangan atau malaadministrasi dalam pelayanan.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan stok dan penyaluran BBM bersubsidi jenis pertalite di Provinsi Babel dalam kondisi aman dan mencukupi.
Antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir disebut bukan disebabkan keterbatasan stok, melainkan meningkatnya pembelian yang dilakukan masyarakat secara bersamaan setelah muncul isu mengenai ketersediaan BBM di media sosial.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan, konsumsi pertalite di Babel memang mengalami peningkatan sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data penyaluran hingga Juni 2026, konsumsi pertalite di Negeri Serumpun Sebalai telah mencapai 101 persen dari target year to date (YTD).
"Kami memastikan stok dan penyaluran pertalite di Bangka Belitung dalam kondisi mencukupi dan terus berjalan normal. Peningkatan konsumsi telah kami antisipasi dengan mengoptimalkan distribusi serta melakukan build up stock sekitar 11 persen dari rata-rata konsumsi harian agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," kata Rusminto dalam keterangan resminya, Selasa (14/72026).
Rusminto menyebutkan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU dipicu meningkatnya pembelian BBM bersubsidi secara bersamaan setelah beredarnya informasi di media sosial yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan berkurangnya pasokan BBM ke Babel.
"Antrean yang terjadi bukan karena stok terbatas, melainkan adanya lonjakan permintaan dalam waktu yang bersamaan," ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh SPBU di Babel.
Selain mengoptimalkan distribusi reguler, Pertamina juga menyiapkan tambahan stok di lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan konsumsi.
Jika diperlukan, percepatan penyaluran juga dilakukan menggunakan mobil tangki agar pasokan BBM di SPBU tetap terjaga.
Rusminto mengatakan, secara umum stok BBM di Babel masih mencukupi dan penyaluran kepada masyarakat tetap berlangsung normal.
Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pertamina juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan Polda Babel untuk mengatur antrean kendaraan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Di sisi lain, pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi juga diperketat dengan melibatkan aparat penegak hukum guna mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan karena stok tersedia dan distribusi terus berjalan normal. Dengan pembelian sesuai kebutuhan, pelayanan kepada seluruh masyarakat dapat berlangsung dengan baik," tutur Rusminto.
Pertamina menegaskan akan terus memantau kondisi penyaluran BBM di seluruh wilayah operasionalnya, termasuk di Babel, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Babel, Satriyo Wibowo Wicaksono, menjelaskan penyebab antrean yang ramai di sejumlah SPBU.
Satriyo mengatakan, penyebabnya karena adanya pengisian berulang, penggunaan QR code yang sama, ganda, dan pelat palsu menyebabkan antrean panjang di SPBU.
"Untuk masyarakat Bangka Belitung, stok BBM di terminal kita itu sebenarnya aman hingga tujuh hari ke depan. Jadi tidak ada masalah dalam penyaluran. Cuman mengimbau ke masyarakat untuk tidak membeli berlebihan, kami monitor di lapangan banyak kendaraan yang berulang, pembeliannya termasuk pengerit, dan lain-lain," ujar Satriyo di kantor DPRD Babel, Selasa (14/7/2026).
Sementara untuk stok BBM, kata Satriyo, dipastikan cukup asalkan masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
"Pagi hari ini kami juga sudah berkoordinasi dengan kapolda untuk membantu pengamanan antrean di lapangan. Supaya masyarakat, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tidak memanfaatkan situasi karena sebenarnya kondisi semua normal," tuturnya.
Dia mengatakan, penyebab antrean BBM yang panjang di SPBU diduga adanya penimbunan dan faktor lainnya di lapangan, seperti pembelian BBM bersubsidi dengan menggunakan QR Code yang sama dan penggunaan nomor polisi palsu.
"Itu kami dalami, banyak QR Code sama, dobel-dobel atau menggunakan nomor polisi palsu. Banyak dia muter-muter kita kan sudah moving. Dan QR Code tersebut sudah kami blokir, sudah sekitar hampir 500-an kendaraan kami blokir," kata Satriyo.
Ia memastikan, Pertamina Patra Niaga Area Babel tidak ada pengurangan pasokan BBM ke SPBU karena suplai selalu normal, bahkan untuk BBM bersubsidi jenis pertalite ada penambahan.
"Banyak kendaraan yang berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk melakukan pengisian berulang. Karena itu kami melakukan pemetaan, dan QR Code yang terindikasi melanggar sudah kami blokir," ujar Satriyo.
Lebih lanjut, Satriyo mengatakan, Pertamina Patra Niaga Area Babel juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan serta penertiban kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang di SPBU.
"Kami terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait langkah penindakan pelanggaran ini. Intinya, GM Pertamina telah mengambil langkah yang sangat responsif dalam menangani kondisi ini agar kembali normal," katanya.
Dia berharap, masyarakat tidak panik dan tidak membeli BBM secara berlebihan.
Karena menurutnya, sebanyak apa pun jumlah stok di Pertamina bakal tetap disalurkan ke SPBU dan untuk tujuh hari ke depan jumlah stok tetap aman.
"Situasi seperti saat ini yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang melakukan pengisian berulang di tengah antrean masyarakat. Kami mengajak media dan masyarakat ikut melakukan pengawasan," tutur Satriyo. (t2)