TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang terbiasa mengorbankan waktu tidur demi menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas lainnya.
Padahal, tidur larut yang berlangsung terus-menerus bukan sekadar membuat tubuh kurang bugar keesokan harinya.
Kebiasaan ini dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung koroner.
Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup secara konsisten, berbagai proses di dalam tubuh dapat ikut terganggu, mulai dari peningkatan tekanan darah, perubahan metabolisme gula darah, kenaikan berat badan, hingga meningkatnya respons stres.
Baca juga: Kejar Gelar Jelang Usia 100 Tahun, Persebaya Perkuat Aspek Medis dengan Mayapada Hospital
Perubahan tersebut dapat menjadi bagian dari faktor yang memengaruhi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Menurut dr. Deo Idarto, M. Biomed, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC dari Mayapada Hospital Surabaya, penyakit jantung sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
"Seseorang dapat meras sehat dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi sebenarnya sudah memiliki faktor risiko yang perlu diperhatikan. Karena itu, skrining jantung berperan penting untuk membantu mengenali risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien," ucapnya, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, bagi seseorang yang memiliki beberapa faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung, pemeriksaan sebaiknya tidak menunggu hingga muncul keluhan.
Karena sebagian faktor risiko penyakit jantung tidak selalu menimbulkan gejala, skrining tidak hanya diperuntukkan bagi seseorang yang sudah mengalami keluhan seperti nyeri dada.
Pemeriksaan dilakukan melalui beberapa tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu, mulai dari evaluasi riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, pola hidup, pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh, kadar gula darah, hingga profil kolesterol. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan seperti elektrokardiografi (EKG), uji latih jantung, ekokardiografi, CT calcium score, atau CT koroner apabila diperlukan.
Dengan pemahaman risiko yang lebih baik dan deteksi sejak dini, masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung.
Dalam mendukung upaya tersebut, Mayapada Hospital Tangerang memiliki Cardiovascular Center, layanan jantung komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, bedah jantung, dan rehabilitasi jantung, dengan dukungan team-based management yang terdiri dari tim dokter spesialis dan subspesialis jantung berpengalaman dalam melakukan advanced treatment untuk berbagai kondisi jantung.
Untuk mendukung penanganan kondisi darurat jantung, Cardiac Emergency 24/7 menyediakan layanan yang siap menangani kasus dengan cepat dan terintegrasi.
Selain itu, tersedia juga Chest Pain Unit untuk pemeriksaan awal nyeri dada maupun keluhan jantung lainnya secara menyeluruh, termasuk aritmia dan GRATIS jika tidak ditemukan gangguan jantung.
Bila diperlukan, penanganan dapat dilanjutkan dengan tindakan Primary PCI (pemasangan stent/ring jantung) sesuai protokol internasional door-to-balloon, didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis jantung.
Penanganan juga didukung oleh Dokter Spesialis Anestesi siaga 24 jam untuk kasus yang memerlukan tindakan bedah atau perawatan intensif lanjutan, serta Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga dalam menjalani perjalanan perawatan jantung.
Layanan ini membantu memberikan informasi yang jelas, mengoordinasikan kebutuhan perawatan, serta memastikan pasien terhubung dengan dokter spesialis yang sesuai sejak tahap pemeriksaan, konsultasi, hingga tindakan dan tindak lanjut. Fasilitas Cath Lab juga tersedia untuk memastikan diagnosis cepat dan akurat.
Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990 atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com