Fenomena Embun Upas Selimuti Paltuding Gunung Ijen, Suhu Capai Minus 1 Derajat Celsius
Haorrahman July 16, 2026 01:40 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Fenomena Embun Upas kembali muncul di kawasan Paltuding, jalur pendakian Gunung Ijen yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Lapisan embun beku tampak menyelimuti hamparan rumput dan menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut terdengar suara seorang anak kecil yang mengatakan, "Semuanya jadi es," sambil memperlihatkan rumput yang tertutup butiran es akibat suhu udara yang sangat rendah.

Baca juga: Kawah Ijen Dilengkapi Panic Button Berbasis Satelit, Respons Darurat Pendaki Kini Lebih Cepat

Penjaga Situs Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen wilayah Bondowoso, Ateki Arisandi, membenarkan video yang beredar tersebut.

Ia mengatakan bahwa video itu direkam olehnya untuk dilaporkan kepada instansi terkait sebagai dokumentasi kondisi di lapangan.

"Iya, di Paltuding area barat. Itu sudah terjadi selama tiga hari," ujar Ateki saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, fenomena embun beku terjadi selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 13–15 Juli 2026 sekitar pukul 05.30 WIB.

Baca juga: BPK Temukan Selisih Rp 26 Miliar di Perumda Ijen Tirta, DPRD Bondowoso Tunda Bahas Penyertaan Modal

Ateki menjelaskan, suhu udara di kawasan Paltuding sempat turun hingga -1 derajat Celsius. Kondisi tersebut menyebabkan embun yang menempel di rerumputan membeku menjadi lapisan es.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari sejumlah pemandu wisata, kondisi serupa juga terlihat di kawasan puncak Gunung Ijen.

"Karena saking dinginnya jadi membeku, sebab suhunya mencapai -1 derajat Celsius," terangnya.

Baca juga: Pelemparan Batu ke Kereta Api Masih Terjadi, Kali Ini KA Logawa dan Ijen Ekspres di Probolinggo

Menurut Ateki, kemunculan embun beku sebenarnya merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi saat puncak musim kemarau di kawasan Gunung Ijen.

Namun, tahun ini lapisan es bertahan lebih lama dibandingkan biasanya.

"Tapi bulan ini esnya cukup banyak, artinya bertahan sampai beberapa hari," ujarnya.

Biasanya, embun beku hanya muncul sekitar satu hari, sedangkan kali ini bertahan hingga tiga hari berturut-turut.

Meski suhu udara berada di bawah titik beku, kawasan pendakian Gunung Ijen tetap dipadati wisatawan.

Selama tiga hari terjadinya fenomena Embun Upas, jumlah pendaki disebut mencapai ratusan orang setiap harinya.

Fenomena tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan hamparan rumput berlapis kristal es di kawasan Paltuding.

Baca juga: Menikmati Kawah Ijen, Raline Shah: Banyuwangi Punya Wisata Kelas Dunia

Pengurus Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Provinsi Jawa Timur sekaligus pegiat alam bebas asal Bondowoso, Ichuk S. Widarsa, menjelaskan bahwa lapisan es yang menutupi rumput dikenal masyarakat setempat sebagai Embun Upas atau embun beku.

Menurutnya, fenomena tersebut merupakan proses alam yang lazim terjadi pada malam hingga pagi hari selama musim kemarau, terutama di kawasan pegunungan seperti Gunung Ijen.

"Setiap tahun pasti begitu, rata-rata terjadi pada bulan Juli hingga Agustus," jelas Ichuk.

Ia mengingatkan para pendaki agar mempersiapkan perlengkapan secara maksimal sebelum mendaki, terutama jaket tebal, pakaian hangat, serta perlengkapan lain yang dapat menjaga suhu tubuh.

"Perlu persiapan ekstra, terutama jaket dan sebagainya, karena kondisi ini berpotensi memicu hipotermia jika persiapan minim," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.