Pembunuh yang Kubur Jasad Pria Nganjuk di Pekarangan Ditangkap Polisi, Gelagat Anak Angkat Disorot
Musahadah July 16, 2026 02:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Terduga pembunuh yang mengubur jasad Gatot di pekarangan rumahnya Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur akhirnya ditangkap polisi. 

Polisi belum mengungkap identitas terduga pembunuhnya. 

Di bagian lain, gelagat janggal sang anak angkat berinisial S justru membuat curiga sejumlah pihak. 

Anak angkat Gatot yang berusia 20 tahun itu diduga berada di rumah saat Gatot tewas.

Anak angkat itu ada di rumah bersama kekasihnya. 

Sementara Istri Gatot yang biasa disapa Mbak Tin sedang bekerja. 

Seorang warga bernama Mohammad Ali Ridho sempat mendengar teriakan minta tolong dari arah rumah Gatot pada Senin (13/7/2026) pukul 14.00 WIB. 

Baca juga: BREAKING NEWS Misteri Jasad Terkubur di Pekarangan Rumah Nganjuk, Polisi Tangkap Pelaku

"Dia (Gatot) di rumah sama anaknya. Di dalam juga ada pacar dari anaknya. Anak perempuan itu sekira berusia 20 tahun," ungkapnya. 

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran,  Joko Hari Karyono mengakui warga juga mendengar ada cek-cok dari dalam rumah sebelum terdengar teriakan minta tolong tersebut.

Akan tetapi, warga tak mengetahui persoalan apa yang menimpa keluarga itu. 

"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," terangnya. 

Setelah kejadian itu, keberadaan Gatot seolah hilang ditelan bumi. 

Pihak keluarga awalnya mau melapor ke polsek setempat, namun akhirnya diurungkan setelah mendapat kabar korban berada di Jombang sebelum akhirnya berpindah ke Malang. 

Kepastian keberadaan Gatot didapat setelah pihak desa setempat mendatangi rumahnya. 

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran,  Joko Hari Karyono, mengaku curiga dengan kabar hilangnya Gatot. 

"Kami curiga. Menurut keyakinan saya, pak Gatot tidak mungkin hilang. Dia normal tidak pikun. Daya ingatnya normal. Hanya saja memang pak Gatot sedang terserang sakit paru-paru," kata Joko pada Rabu (15/7/2026).  

Joko menyatakan, warga kala itu lebih khawatir ada hal yang tak beres menimpa Gatot akibat sakit yang diderita. 

Selanjutnya, lima warga mencoba mendatangi rumah Gatot untuk mengecek. 

Setibanya di sana, rombongan itu disambut oleh adik ipar Gatot.

Adik ipar Gatot kebetulan menumpang bermalam di rumah itu. 

"Keluarga ini dikenal tertutup. Jarang berinteraksi dengan warga," urainya. 

Lima warga memutuskan meminta izin masuk ke dalam rumah Gatot. 

Sang adik ipar Gatot pun mengizinkannya. 

"Warga masuk rumah itu. Kami menyisir di berbagai titik," paparnya. 

Dia melanjutkan, penelusuran tak hanya dilakukan di dalam, melainkan juga di pekarangan rumah Gatot. 

Di pekarangan samping rumah, warga mendapati keanehan pada gundukan tanah. 

Tanah itu seperti baru diuruk. Selain itu, di atas gundukan terdapat genting yang tertata rapi dan batang pohon pisang. 

Tatkala didekati, bau busuk terasa kian menusuk hidung. 

"Warga tak membongkar gundukan itu. Di samping itu, warga juga melihat ada bercak darah di dekat kamar mandi. Kami langsung bergegas menghubungi Polsek Ngronggot. Yang saya pikirkan terjadi sesuatu," ujarnya. 

Pihak kepolisian tengah menangani peristiwa ini. Polisi telah melaksanakan olah TKP dan mengevakuasi jasad yang diduga Gatot dari dalam gundukan. 

Jasad Gatot dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk. Garis polisi turut terpasang di tempat kejadian. Saat olah TKP dilaksanakan, warga tampak berkerumun di lokasi. 

Anak Angkat Menghilang

Setelah kejadian, sang anak angkat justru mengunci rumahnya. 

Hal ini membuat istri Gatot, Mbak Tin tidak bisa masuk rumahnya pada Selasa (14/7/2026) sekira pukul 18.00 WIB. 

Seluruh pintu rumahnya terkunci rapat serta kondisi lampu padam total. 

"Istrinya terpaksa menumpang tidur di rumah kerabatnya di Desa Kelurahan, Kecamatan ngronggot," kata Joko. 

Rabu (15/7) pagi, anak angkat korban melakukan tindakan yang diduga kuat sengaja menjauhkan sang ibu dari lingkungan rumah. 

S mengajak ibunya pergi jauh dengan sepeda masing-masing dengan dalih mencari keberadaan Gatot. 

"S mengajak ibunya pergi untuk mencari ayahnya, Diajak berputar-putar sampai ke Malang. Tapi sesampainya di Malang, ibunya malah ditinggal. Ibunya akhirnya pulang sendiri," paparnya. 

Keluarga Gatot dikenal warga sekitar sebagai pribadi yang tertutup. 

"Keluarga pak Gatot tertutup. Istri sama anaknya tadi pagi masih kelihatan di rumah. Siang tidak ada," terangnya. 

Polisi Tangkap Pelaku

DTANGKAP - Penemuan jasad pria yang terkubur di pekarangan samping rumah di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mulai menemukan titik terang. Informasi yang beredar pelaku sudah ditangkap
DTANGKAP - Penemuan jasad pria yang terkubur di pekarangan samping rumah di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mulai menemukan titik terang. Informasi yang beredar pelaku sudah ditangkap (Surya.co.id)

Kasus tewasnya Gatot mengarah ke pembunuhan.

Saat ini, Satreskrim Polres Nganjuk telah mengamankan pelaku. 

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca membenarkan hal tersebut. 

Untuk sementara, petugas kepolisian belum membeberkan identitas dan jumlah pelaku. 

"Pelaku sudah kami amankan," katanya, kepada Tribun Jatim Network melalui aplikasi pesan singkat, Kamis (16/7/2026). 

Sukaca menjelaskan pelaku sudah digelandang ke Mapolres Nganjuk dan diperiksa intensif di Mapolres Nganjuk.

"Kami masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa," jelasnya. 

Sebelumnya, petugas sudah melakukan olah TKP. 

Kapolsek Ngronggot, AKP Totok Harianto, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai penemuan jasad dari warga dan Perangkat Desa Kaloran. 

Mulanya, mereka melapor ke polisi jika mencium bau menyengat yang berasal dari salah satu rumah. 

"Informasi awal ada perangkat yang melapor ke kami mengenai ada bau menyengat di rumah ini. Kami bergegas mengecek ke lokasi," katanya, 

Totok mengungkapkan, pihaknya tidak datang sendiri ke lokasi. 

Personel Polsek Ngronggot ke lokasi bersama tim Inafis dan Satreskrim Polres Nganjuk. 

Jasad korban terkubur di samping pekarangan rumahnya. 

Jasad korban diketahui saat warga mengecek rumah tersebut. 

Warga mendapati adanya gundukan di pekarangan samping rumah itu. Di atas gundukan terdapat genting yang tersusun rapi dan batang pohon pisang. 

"Kita hubungi dari inafis Polres untuk membuka (gundukan tanah). Setelah dibuka ternyata ada sesosok mayat di sana," ungkapnya. 

Jasad itu lantas dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk. 

"Nanti dilakukan visum. Kami masih melakukan penyelidikan guna mengungkap peristiwa ini," tutupnya.  

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.