Pensiunan ASN di Polman Sukses Beternak Ayam Petelur, Tiap Bulan Raup Cuan Puluhan Juta
Abd Rahman July 16, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Seorang pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) sukses beternak ayam petelur, Kamis (16/7/2026).

Usaha yang awalnya dijalankan sekedar coba-coba ini mampu menghasilkan cuan puluhan juta rupiah per bulan.

Sosok inspiratif itu bernama H Arfah (63), warga Desa Kuajang, Kecamatan Binuang. 

Baca juga: 15 Nama Panlih Cawagub Sulbar Ditetapkan, DPRD Minta Koalisi Segera Usulkan Kandidat

Baca juga: Lowongan Kerja Besar-besaran PT Astra International, Terbuka Ratusan Polisi Strategis untuk D3 & S1

Saat ini dia memiliki 2.400 ekor ayam petelur yang setiap hari berproduksi.

Menurutnya, ide menekuni usaha ayam petelur ini terinspirasi dari keluarganya. 

Dia lalu mencoba memulai usaha ini dengan memanfaatkan sepetak lahan di belakang rumahnya pada tahun 2018 silam.

“Terinspirasi dari keluarga. Awalnya saya coba pelihara di belakang rumah sebanyak 700 ekor pada tahun 2018,” kata Arfah kepada wartawan.

Seiring berjalannya waktu, Arfah menilai usaha yang ditekuninya memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. 

Dia lalu memutuskan untuk mengembangkan peternakan ayam petelur miliknya.

“Setelah melihat prospekanya yang cukup bagus, saya putuskan untuk kembangkan ini usaha biar ada kesibukan,” ungkapnya.

Saat ini, Arfah memiliki tiga kandang ayam petelur yang berdiri di atas lahan seluas 50 are.

Dua kandang masing-masing memiliki kapasitas 1500 ekor ayam dan 1 kandang dengan kapasitas 1000 ekor ayam.

Berbekal tekad serta dukungan sang istri bersama seluruh keluarganya, perlahan usaha dimulai dari nol mulai membuahkan hasil.

Rata-rata dalam sehari dia mampu memanen sedikitnya 60 rak telur. 

Selain untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, telur ayam dari kandang miliknya juga diedarkan pada sejumlah pasar di daerah ini.

“Pemasaran di wonomulyo sampai majene. Biasa juga ada orang yang langsung datang di kendang untuk beli telur,” ujar pensiunan Dinas Kesehatan Polman ini.

Berkat hasil panen yang stabil membuat usahanya ayam petelurnya terus berkembang. 

Dalam sebulan, omzet yang diperoleh mencapai jutaan rupiah. 

Pendapatan itu tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga diputar kembali untuk memperbesar skala usaha.

Hanya saja, omset yang diperoleh saat ini tidak sebesar beberapa bulan kemarin. 

Kenaikan harga pakan dan konsentrat ayam membuat biaya produksi membengkak, sementara harga jual telur di pasaran justru mengalami penurunan.

Meksi demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Arfah menilai pasang surut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari setiap usaha. 

Selama masih mampu bertahan, dia memilih terus menjalankan peternakannya.

Bagi Arfah, masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas.

Usaha peternakan ayam petelur yang dikelolanya tidak hanya menjadi sumber pendapatan keluarga, juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitar tempat tinggalnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.