Hari Ini Posisi Matahari Tepat di Atas Kabah, Kemenag DIY Ajak Warga Cek Akurasi Kiblat Salat
Muhammad Fatoni July 16, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Agama (Kemenag) memprediksikan adanya fenomena astronomi dimana posisi matahari berada tepat di atas Kabah atau Rashdul Kiblat selama dua hari dimulai hari ini, Kamis (16/7/2026).

Masyarakat muslim pun diimbau untuk mengecek kembali akurasi arah kiblat dalam menjalankan salat.

Pasalnya, kesalahan arah kiblat sekalipun hanya 1 derajat bisa berdampak sangat besar.

Di Indonesia, ketika terjadi penyimpangan arah kiblat sebesar 1 derajat dapat membuat arah kiblat bergeser hingga sekitar 145–150 kilometer dari Kabah di Masjidil Haram. 

"Fenomena ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk meluruskan atau memverifikasi arah kiblat. Ketika matahari tepat berada di atas Kabah, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah langsung ke Kabah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag DIY, Nurhuda.

Menurutnya, Rashdul Qiblat merupakan momentum ilmiah yang sangat akurat karena pada saat itu matahari berada tepat di atas Kabah. 

Fenomena tersebut terjadi tepat pukul 16.27 WIB, sementara waktu ideal pengamatan berada pada rentang 16.22 hingga 16.32 WIB.

Cek Akurasi Kiblat

Untuk mengecek akurasi arah kiblat, masyarakat cukup menegakkan sebuah benda lurus, misalnya tongkat, pipa, atau botol di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.

"Bayangan yang terbentuk kemudian dijadikan acuan untuk memastikan arah kiblat," jelasnya.

Nurhuda menyebut, momentum ini penting dimanfaatkan karena masih banyak masyarakat yang beranggapan arah kiblat cukup ditentukan berdasarkan arah barat. 

Padahal arah kiblat merupakan garis lurus menuju Kabah yang membutuhkan ketelitian.

Apalagi pengecekan arah kiblat bukan berarti menunjukkan kesalahan masjid atau musala yang sudah ada. 

Baca juga: Tanpa Bangunan Asrama, Begini Cara Unik YIA Layani Ribuan Jemaah Haji

Sebaliknya, kegiatan ini merupakan bentuk kalibrasi untuk memastikan arah kiblat tetap akurat, terutama pada bangunan lama atau bangunan yang belum pernah dilakukan pengukuran menggunakan metode ilmiah.

"Seringkali orang menganggap menghadap barat sudah cukup. Padahal arah kiblat harus mengarah tepat ke Kabah," ujarnya.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Kementerian Agama menggelar Gerakan Indonesia Berkiblat 1448K. 

Ini merupakan gerakan nasional yang menargetkan 1.448.000 peserta mengikuti pengecekan arah kiblat secara serentak.

DIY mendapat target sebanyak 38.400 peserta. Mereka berasal dari pengurus masjid, musala, lembaga pendidikan, kantor pemerintah hingga masyarakat umum.

"Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini karena hanya terjadi dua kali dalam setahun. Tidak membutuhkan alat mahal, cukup memanfaatkan sinar matahari dan benda yang berdiri tegak," paparnya.

Verifikasi Arah Kiblat di DIY 

Nurhuda menambahkan, verifikasi arah kiblat di tempat-tempat ibadah di DIY relatif baik. 

Hingga saat ini sekitar 70 persen masjid dan musala telah dilakukan pengukuran dan memiliki sertifikat arah kiblat yang diterbitkan Kemenag.

Meski demikian, masih terdapat tempat ibadah yang belum sempat diukur, terutama bangunan yang berdiri secara swadaya di lingkungan masyarakat maupun wilayah yang belum mengajukan permohonan pengukuran.

Karenanya layanan pengukuran arah kiblat diberikan tidak hanya untuk masjid dan musala.

Kemenag juga melayani pengukuran arah kiblat untuk pemakaman, sehingga posisi jenazah saat dimakamkan sesuai dengan ketentuan syariat.

"Kami juga menerima permohonan pengukuran untuk makam atau kompleks pemakaman agar posisi jenazah benar-benar menghadap kiblat," jelasnya.

Nurhuda berharap masyarakat tidak melewatkan momentum Rashdul Qiblat tahun ini. Sebab fenomena alam tersebut merupakan cara paling sederhana sekaligus memiliki tingkat akurasi tinggi untuk memastikan arah kiblat tanpa harus menggunakan perangkat khusus.

"Ini adalah kesempatan yang Allah berikan melalui fenomena alam. Tinggal memanfaatkannya dengan baik agar kita semakin yakin bahwa arah kiblat yang kita gunakan sudah benar," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.