SURYA.CO.ID - WPP (inisial), satu dari lima korban tewas dalam kecelakaan di Tol Malang–Pandaan KM 71/B pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB ternyata balita kembar.
Satu kembarannya berinisial WPC (2) selamat dalam kecelakaan itu meski mengalami luka beran dan harus menjalani perawatan medis.
Kedua balita kembar ini anak dari Hanifah alias HH (39) yang juga menjadi korban tewas di kecelakaan ini.
Hal ini diungkapkan Kautsar Ramadhani, istri sepupu korban saat ditemui di rumah duka, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, pada Kamis (16/7/2026) dini hari
"WPP yang meninggal dunia ini, merupakan saudara kembar dari korban yang masih dirawat WPC, anaknya Mbak HH (korban meninggal dunia)," katanya.
Baca juga: Gelagat 5 Orang Sekeluarga Sebelum Tewas Kecelakaan di Tol Malang Pandaan, Polisi Beber Penyebabnya
Ramadhani mengungkapkan, dari lima orang yang meninggal dunia, empat di antaranya sudah tak bernyawa di dalam mobil yang ringsek akibat benturan. Sedangkan satu orang lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Kelima jenazah sudah dievakuasi ke kamar jenazah Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo.
Isak tangis mengiringi kedatangan ambulan pembawa lima peti jenazah korban kecelakaan mobil Honda CR-V di Ruas Tol Malang-Pandaan, KM 72, di rumah duka Jalan Nyamplung Kuburan, Ampel, Semampir, Surabaya, sekitar pukul 04.00 WIB, pada Kamis (16/7/2026)
Kelima peti jenazah korban diangkat oleh para pelayat menyusuri jalanan gang permukiman tersebut, menuju ke dalam serambi Musala Wakaf yang berdekatan dengan rumah duka korban.
Kelima jenazah disalatkan di dalam serambi masalah tersebut oleh ratusan orang pelayat terdiri dari para kerabat, tentangga, serta teman yang berasal dari luar Kota Surabaya.
Setelah rampung, dua jenazah atas nama Hanifah alias HH (39), serta anak perempuannya berusia di bawah lima tahun (balita) berinisial WPP (2) dimakamkan di kampung halaman kawasan Kelurahan Tambin, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan.
Menurut Ketua RT Ketua 07, RW 15, Ampel, Semampir, Surabaya, Achmad Zaini (25), pihak keluarga besar di Madura menghendaki kedua korban dimakamkan di lokasi tersebut.
Sedangkan, tiga jenazah lainnya, M Ishak (37) sopir mobil, istrinya Mufarohah, dan Hanifah (39) kakak kandung M Ishak, rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegirian, Kota Surabaya pada Kamis siang.
"Setelah tahlil karena kedua jenazah itu diminta sama pihak keluarga yang dari Madura. Nah, untuk saat ini memang tinggal 3 jenazah yang di sini menunggu pemakaman," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, di rumah duka kawasan Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, pada Kamis (16/7/2026) dini hari.
Berikut nama lengkap korban meninggal dunia dan korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit kawasan Kabupaten Pasuruan.
Lima korban meninggal dunia:
Korban terluka yang dirawat di RSUD Bangil dan RS Mitra Sehat Medika Pandaan:
Mulyadi, suami saksi Kautsar Ramadhani mengaku berdasarkan keterangan RI., sopir mobil lain, awalnya tidak ada yang aneh selama perjalanan.
Mobil CR-V yang dikemudian MI diketahui sedang melaju konstan dalam kecepatan sekitar 100 Km/jam, namun setibanya di KM 72 laju mobil tersebut tampak aneh.
Laju mobil Honda CR-V tampak berangsur-angsur berkurang kecepatannya, namun mulai oleng ke lajur sisi kiri.
Melihat manuver aneh dari mobil tersebut, RI langsung bergegas memencet klakson berkali-kali bermaksud menyadarkan sopir barang kali sedang mengantuk.
Ternyata, upaya yang dilakukan RI tak banyak mengubah keadaan. Nyatanya, laju mobil Honda CR-V makin tak terkendali.
Hingga akhirnya menghantam bodi sisi belakang truk bak terbuka yang berhenti di bahu jalan.
"Dari mobil yang di belakang, awalnya kecepatan 100 Km/jam, turun, turun, turun, turun, terus dia itu jalan ke kiri. Sama yang di belakang itu di klakson. Yang belakang itu rombongan. Akhirnya nyantap (truk)," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, di rumah duka kawasan Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, pada Kamis (16/7/2026) dini hari.
Melalui cerita tersebut, Mulyadi menduga kecelakaan tersebut dipicu karena sopir mobil Honda CR-V dalam keadaan mengantuk saat mengemudi melintasi ruas jalan tersebut.
Kendati demikian, ia tetap memasrahkan proses penyelidikan atas kasus kecelakaan tersebut kepada pihak Kepolisian yang menanganinya.
"Kurang lebihnya mengantuk. Dari ngurangi kecepatan itu sampai dia, bentur. Ke kirinya itu sama yang di belakang sudah diingetin. Ini kok gas tambah turun terus dia jalannya kok tambah miring. Tadi di klakson dari belakang," pungkasnya.
Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, kecelakaan diduga dipicu pengemudi Honda CR-V yang kehilangan konsentrasi saat melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
“Diduga pengemudi kurang berhati-hati dan kurang konsentrasi,” katanya, Kamis (16/7/2026) pagi.
Menurut dia, honda CRV sempat menyerempet guardrail sisi kiri, dan lanjut menabrak bagian belakang truk Fuso yang berhenti di bahu jalan karena mogok.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Honda CR-V bernomor polisi L-1720-CAY melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
“Sesaat sebelum kecelakaan, kendaraan bergerak ke kiri hingga menyerempet guardrail, lalu menghantam bagian belakang kanan truk,” urainya.
Benturan keras menyebabkan bagian depan hingga atap Honda CR-V ringsek parah.
Sementara truk mengalami kerusakan pada bagian slebor belakang kanan, bumper belakang, dan bak kendaraan.
Pengemudi Honda CR-V, Ishaq (37), warga Kecamatan Semampir, Surabaya, meninggal dunia di lokasi akibat luka berat di bagian kepala.
Empat penumpang lainnya, yakni Mufarroha (27), Hanifah (42), Hindun (40), dan balita Wahyuni Putri Permata (3), juga meninggal dunia di tempat kejadian.
Empat korban lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka.
Wahyunia Putri Cahaya (3), Qori’atul Jannah (10), dan Umrotul Hasanah (19) menjalani perawatan di RS Mitra Sehat Medika Pandaan.
Sementara Zahra (7), yang sempat tidak sadarkan diri, dirawat di RSUD Bangil.
Di sisi lain, pengemudi truk Fuso, Sukasdi (37), warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tidak mengalami luka.
Iptu Joko menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara, faktor manusia diduga menjadi penyebab utama kecelakaan.
Sementara kondisi kendaraan, cuaca, jalan maupun faktor alam tidak ditemukan menjadi pemicu insiden tersebut.
“Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Satlantas Polres Pasuruan,” ungkapnya.
Dia juga mengimbau pengguna jalan tol agar selalu menjaga konsentrasi saat berkendara dan memanfaatkan rest area apabila mulai merasa lelah atau mengantuk.
Akibat kecelakaan tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp51 juta.
“Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta melengkapi proses penyidikan,” tutupnya.