Dear Lionel Messi, Satu Rekor Langka Menunggu Berganti Tuan di Final Piala Dunia 2026
Dwi Setiawan July 16, 2026 03:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Banyak rekor yang sudah menunggu untuk dipecahkan Lionel Messi pada pertandingan Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina.

Seabrek catatan manis bisa dihasilkan Lionel Messi, jika Argentina sukses menutup Piala Dunia 2026 sebagai kampiun, sekaligus menjadi timnas ketiga yang mampu back to back juara setelah Italia (1934, 1938) dan Brasil (1958, 1962).

Capaian Argentina juara Piala Dunia 2026 akan semakin lengkap jika Lionel Messi sukses memecahkan rekor Nils Liedholm.

Mantan pemain timnas Swedia dan AC Milan tersebut hingga detik ini masih memegang rekor sebagai pencetak gol tertua sepanjang masa pada final Piala Dunia.

SORAK PIALA DUNIA - Fans Tim Nasional (Timnas) Argentina yang tergabung dalam La Albiceleste Fakfak saat berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Ma'ruf Amin Jalan Dr Salasa Namudat pasca kemenangan Argentina vs Mesir dan memastikan diri lolos ke perempat final, Rabu (8/7/2026) (Tribunnews.com/Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara)

Dan secara usia serta performa, Lionel Messi sangat terbuka lebar untuk memecahkan rekor itu, sekaligus mencetak sejarah yang akan sulit ditandingi, setidaknya hingga Piala Dunia 2030.

Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB pukul 02.00 WIB.

Spanyol lebih dulu menjejak ke laga puncak setelah mengalahkan favorit juara Prancis dengan skor 2-0, Rabu dini hari WIB.

Sedangkan Argentina berhak sebagai penantang setelah Lionel Messi yang mencetak sepasang assist dalam laga melawan Inggris, menang 2-1, Kamis (16/7).

Sorotan jelas tertuju kepada Lionel Messi.

Seperti disinggung di atas, Messi mengkreasikan dua assist dalam kemenangan Argentina lewat gol yang dibukukan Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Hingga detik ini, La Pulga mengumpulkan empat assist dan delapan gol di Piala Dunia 2026. Ini menempatkan namanya menjadi kandidat terdepan untuk menjadi pemain terbaik turnamen di akhir Piala Dunia 2026.

Menariknya, di final nanti Messi bisa menciptakan rekor bersejarah.

Baca juga: Berkat Messi Cs, Heroisme Diego Maradona di Piala Dunia 1986 Makin Populer

Menukil dari laman Guinnessworldrecords, pemain tertua yang mencetak gol sepanjang sejarah Piala Dunia, masih dipegang oleh Nils Liedholm.

Pria yang juga pernah menjadi pemain dan pelatih AC Milan ini, memegang rekor pencetak gol tertua di final Piala Dunia.

Rekor itu dibukukannya pada laga puncak Piala Dunia edisi 1958 saat Brasil mengalahkan Swedia dengan skor 5-2 di Stadion Rasunda di Solna.

Di laga tersebut, Nils Liedholm mencetak satu gol saat usianya berada di angka 35 tahun 264 hari.

Artinya, rekor 68 tahun silam hingga kini belum terpecahkan, dan itu terbuka untuk berganti tuan.

Pada laga final nanti, Lionel Messi akan berusia 39 tahun 26 hari.

Jika minimal Messi mencetak satu lesakan, terlepas apapun hasil akhir laga Argentina vs Spanyol, La Pulga akan menjadi pemegang rekor pencetak gol tertua dalam sepanjang sejarah Piala Dunia.

Harapannya, Argentina bisa menutup Piala Dunia edisi 23 ini dengan hasil manis berupa gelar juara, dan Messi mencetak gol. Dengan demikian, akan lengkap capaian manisnya, sebagai Last Dance sempurna bagi Lionel Messi bersama La Albiceleste.

Tidak bisa dipungkiri, efek Messi di lapangan sangat terasa bagi Argentina.

Seluruh pemain timnas Argentina akan menjawab kompak bahwa mereka berjuang di setiap pertandingan pada Piala Dunia 2026, untuk memberikan yang terbaik bagi Messi.

Lazimnya, para pemain ingin juara sebagai bukti nasionalitas mereka di ajang Piala Dunia. Tetapi untuk case timnas Argentina, Messi merupakan segalanya bagi Rodrigo de Paul dan kolega.

"Para pemain Argentina selalu percaya diri di atas lapangan, karena siapa pun lawan yang dihadapi, pemain terbaik yang ada di lapangan tersebut pasti Lionel Messi," kata Gigih, seorang football enthuasist, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Pasti hal itu menjadi pembedanya," paparnya.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.