Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Gubernur Pramono Pasang Target 10 Hari Tuntas 
Ferdinand Waskita Suryacahya July 16, 2026 05:09 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan tumpukan sampah setinggi hampir dua meter di kawasan Rusun Waduk Pluit, Jakarta Utara dapat dituntaskan dalan waktu paling lama 10 hari.

Pramono menyebut, tumpukan sampah itu muncul akibat keterlambatan antrean pembuangan ke TPST Bantargebang.

“Saya sudah meminta untuk diselesaikan selambat-lambatnya 8 sampai 10 hari,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).

PENGANGKUTAN SAMPAH - Gunungan sampah yang menumpuk selama hampir dua tahun di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, diangkut secara bertahap, Kamis (16/7/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan tumpukan sampah setinggi 2 meter di Rusun Waduk Pluit, Jakarta Utara tuntas paling lama 10 hari.(TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO). (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Kerahkan Alat Berat dan Truk

Pramono mengatakan, penanganan sampah di Rusun Waduk Pluit sudah mulai dilakukan sejak beberapa hari terakhi ini.

Satu unit alat berat, tiga truk, dan 10 personel telah diterjunkan untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut.

“Hari ini yang sudah bekerja ada satu alat berat, tiga unit truk, dan sepuluh personel yang bekerja di lapangan. Satu sampai dua hari ke depan akan kami tambah,” ujarnya.

Ia optimistis penambahan personel dan armada akan mempercepat proses pembersihan sehingga target penyelesaian dalam waktu 8 hingga 10 hari dapat tercapai.

Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi

Selain mempercepat pembersihan, Pramono juga meminta sistem pengelolaan sampah di Rusun Waduk Pluit dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, penumpukan sampah harus menjadi perhatian serius karena mengganggu kenyamanan warga.

“Mudah-mudahan 8 sampai 10 hari akan selesai, dan saya meminta secara khusus agar pengelolaan Waduk Pluit ini dikelola kembali dengan aturan dan cara yang lebih baik, supaya tidak terjadi lagi penumpukan seperti yang sekarang ini,” kata Pramono.

Ia menjelaskan, penumpukan sampah di Rusun Waduk Pluit terjadi karena adanya keterlambatan antrean pengangkutan sampah menuju TPST hingga ke Bantargebang.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya mempercepat penanganan di lapangan sembari membenahi sistem pengelolaan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Berita Lainnya

  • Baca juga: Gubernur Pramono Angkat Bicara soal Warga Rusun Waduk Pluit Dihantui Belatung Akibat Sampah

  • Baca juga: Sudin LH Jakarta Utara Tangani Tumpukan Sampah yang Sudah Ada 2 Tahun Lebih di TPS Rusun Waduk Pluit

  • Baca juga: Belatung dan Bau Busuk Hantui Warga Rusun Waduk Pluit Gegara Sampah Numpuk Bertahun-tahun

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.