Pemprov Lampung Koordinasi dengan PTPN Dukung Pengembangan Bioetanol Singkong
Reny Fitriani July 16, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) berbasis tanaman seperti singkong, jagung, dan sorgum dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Baca Juga: DPRD Lampung Dorong Bibit Unggul Singkong, Target Capai 50 Ton per Hektare

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, saat ini proses pengembangan masih menunggu penyelesaian pemetaan lahan oleh PTPN.

Setelah tahapan tersebut rampung, Pemprov Lampung akan melakukan koordinasi lanjutan.

"Sejauh ini prosesnya sama PTPN masih dalam proses pemetaan lahan. Setelah itu Pemprov akan berkoordinasi lebih lanjut," kata Jihan, Kamis (16/7/2026).

Ia mengungkapkan, rencana pengembangan tersebut juga telah disampaikan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat berkunjung ke Lampung. 

Menurutnya, program itu mendapat dukungan dan nantinya bakal didanai danantara.

Jihan menambahkan, dalam kunjungan Wakil Presiden ke Kabupaten Lampung Timur, sejumlah aspirasi petani turut disampaikan. 

Selain meminta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), petani juga berharap komoditas singkong mendapat perhatian lebih sebagai komoditas strategis nasional.

"Kami juga menyampaikan agar komoditas singkong bisa didorong menjadi komoditas strategis sehingga ke depan pemanfaatannya semakin baik dan memberikan manfaat bagi para petani," katanya.

Menurut Jihan, Wakil Presiden merespons positif usulan tersebut. Bahkan, bantuan pemerintah pusat melalui Bantuan Presiden (Banpres) untuk sektor pertanian disebut akan segera direalisasikan.

"InsyaAllah dalam waktu dekat melalui Banpres akan diturunkan bantuan seperti alsintan dan yang lain-lain sebagaimana yang disampaikan Pak Wapres," ucapnya.

Selain alsintan, Jihan mengatakan petani juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lainnya, mulai dari penambahan kuota pupuk hingga pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi.

"Keluhan petani lebih kepada bantuan alat pertanian, kemudian pupuk sebenarnya tidak ada hambatan, hanya mereka berharap kuotanya bisa ditambah, kemudian juga terkait irigasi," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memproduksi BBM berbasis tanaman seperti singkong, jagung, dan sorgum dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Pengembangan bioetanol tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan nilai tambah komoditas pertanian.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.