Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Bali (DPP Peradah Indonesia Bali) menegaskan komitmennya untuk menjadi inkubator utama dalam mencetak generasi muda Hindu yang siap memimpin di berbagai sektor.
Langkah strategis ini selaras dengan visi besar Peradah Indonesia yang tertuang dalam AD/ART, yakni "Menjadi pusat pergerakan generasi muda Hindu Indonesia berdasarkan dharma" dengan misi utama "Membentuk para pemimpin muda Hindu yang profesional berintegritas".
Untuk merealisasikan hal itu, DPP Peradah Indonesia Bali pada masa bhakti 2025-2028 mengusung visi daerah "Satya Bhakti Prabhu".
Secara filosofis, visi ini bermakna kesetiaan yang tulus dan pengabdian yang mendalam kepada pemimpin, negara, serta kebenaran tertinggi (dharma).
Baca juga: Di Badung Diduga Ada Pekaseh Makan "Gaji Buta" Karena Subak Sudah Hilang Namun Insentif Tetap Jalan
Ketua DPP Peradah Indonesia Bali, Ida Bagus Mahendra Sada Prabhawa, yang juga tokoh pemuda asal Badung sekaligus ASN di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, menyatakan bahwa pemuda Hindu hari ini tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan.
"Pemuda adalah pemilik masa depan. Melalui visi Satya Bhakti Prabhu, kami di Peradah Bali ingin memastikan bahwa setiap kader memiliki akar moral yang kuat dan kompetensi profesional yang relevan,”
“Kami siap menggembleng mentalitas kepemimpinan dari tingkat akar rumput di kabupaten/kota hingga mampu bersaing di panggung nasional," tegas sosok yang akrab disapa Gusde Mahendra, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca juga: Gubernur Koster Luncurkan Gerakan Masif Desa Kerthi Bali Sejahtera 2026, Libatkan 12 Ribu Mahasiswa
Rekam jejak keberhasilan Peradah Bali sebagai pencetak pemimpin pun telah terbukti melalui para alumninya yang menduduki posisi strategis di Bali.
Sederet nama Itu seperti Wayan Koster yang kini jadi Gubernur Bali, Dewa Made Mahayadnya yang menjadi Ketua DPRD Bali, serta Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mantan Wali Kota Denpasar dan anggota DPD RI perwakilan Bali.
Untuk mewujudkan hal itu, DPP Peradah Indonesia Bali akan melaksanakan "Pendidikan Kepemimpinan Madhyama Nayaka Provinsi Bali" pada akhir tahun 2026 mendatang.
Pendidikan kepemimpinan tingkat menengah ini dirancang khusus untuk menggembleng aspek manajerial, wawasan kebangsaan, dan spiritualitas kader agar siap didistribusikan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan. (*)