POS-KUPANG.COM, KUPANG- Argentina sebagai juara bertahan Piala Dunia kembali menang dramatis melawan Inggris pada laga semifinal di Atlanta Stadium pada Kamis 16 Juli 2026 WIB.
Dengan kemenangan ini maka Argentina lolos ke final menghadapi Spanyol yang sebelumnya menang 2-0 atas Prancis.
Jelang partai final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7/2026) pukul 03.00 Wita, fans Prancis di Kota Kupang, Djose Nai Buti dan fans Prancis di Kabupaten Malaka, Ida Hoar Nahak menyampaikan pendapatnya.
Djose Naibuti mengatakan, untuk partai final nanti, Argentina dan Lionel Messi tidak hanya melawan Spanyol, tetapi juga melawan sejarah.
Pasalnya, dalam sejarah Piala Dunia FIFA sejak pertama kali digelar pada 1930, hanya dua tim yang berhasil mempertahankan gelar juara atau back-to-back champions.
"Dalam sejarah baru dua negara yang mempertahankan gelar juara berturut-turut. Timnas Italia juara pada 1934 dan kembali juara pada 1938. Kemudian Brasil juara pada 1958 dan kembali juara pada 1962," katanya.
Menurut mantan Karo Organisasi Setda NTT ini, tidak ada tim lain yang berhasil mempertahankan trofi secara berturut-turut sepanjang turnamen Piala Dunia.
"Apakah Messi dan Argentina akan menjadi negara ketiga yang buat sejarah? Kita tunggu saja di laga ideal ini," pungkas Djose.
Sementara Ida Hoar Nahak mengatakan, Argentina selalu membuat kejutan di beberapa pertandingan sejak babak 32 besar dimana selalu meraih kemenangan di menit-menit akhir.
"Argentina pasti masih menerapan pola permainan yang sama untuk menumbangkan lawan di final. Sebagai fans Argentina kami optimis walau Spanyol juga memiliki mental juara tapi Argentina akan tetap pertahankan piala yang sekarang ada di tangan. Argentina akan mencetak sejarah mempertahankan gelar juara (back-to-back champions)m" katanya.
Seperti dilansir dari laman FIFA, juara bertahan Argentina bangkit dari ambang kekalahan untuk mengalahkan Inggris dan melaju ke final Piala Dunia FIFA 2026 melawan Spanyol yang akan digelar pada Minggu.
Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez, berkat dua assist dari Lionel Messi, mencetak gol-gol penentu kemenangan pada akhir pertandingan dalam sebuah comeback dramatis di Atlanta saat Inggris sudah di ambang mencapai final Piala Dunia pertama mereka dalam 60 tahun setelah gol Anthony Gordon pada menit ke-55.
Sebaliknya, pasukan Lionel Scaloni kini bersiap tampil di final Piala Dunia ketujuh mereka dan hanya berjarak satu langkah untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Laga yang sangat dinantikan ini menghidupkan kembali salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola internasional dan berakhir dengan skor yang sama seperti pertemuan paling ikonik kedua tim di Meksiko 40 tahun lalu.
Pertandingan langsung berlangsung sengit sejak awal. Duel berjalan hati-hati dengan persaingan yang ketat, dan baru pada menit ke-33 salah satu tim mampu melepaskan percobaan ke gawang.
Momen itu terjadi ketika sundulan John Stones dari situasi tendangan bebas Declan Rice di tiang jauh masih melebar. Di sisi lain, Enzo Fernandez melepaskan tembakan keras yang melambung di atas mistar.
Kedua tim harus berjuang keras untuk bisa melangkah sejauh ini. Keduanya juga mampu menemukan momen inspiratif ketika paling dibutuhkan.
Julian Alvarez berusaha menciptakan momen seperti itu sesaat setelah babak kedua dimulai.
Ia berhasil melewati Djed Spence usai menerima umpan panjang ke depan, sebelum memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan gemilang di tiang dekat.
Namun, gol pembuka justru lahir di ujung lapangan yang lain ketika Morgan Rogers, salah satu dari tiga pemain yang kembali masuk ke susunan pemain inti Inggris, mengirim umpan silang mendatar yang luar biasa dari sisi kanan.
Gordon, yang datang di tiang jauh, berhasil mendahului Nahuel Molina dan mengarahkan penyelesaian akhir yang terukur ke pojok gawang Emiliano Martinez.
Satu lagi pemain yang dikembalikan Thomas Tuchel ke susunan pemain inti, Spence, melakukan tekel penyelamatan luar biasa untuk menggagalkan peluang Giuliano Simeone.
Namun, ancaman terus berdatangan seiring Inggris semakin bertahan ke dalam dan tekanan Argentina terus meningkat.
Pemain pengganti Nico Gonzalez melihat sundulannya digagalkan penyelamatan gemilang Jordan Pickford, sementara sundulan Alexis Mac Allister membentur tiang gawang.
Pada akhirnya, tekanan Argentina membuahkan hasil. Berawal dari skema sepak pojok pendek, Messi mengirim bola kepada Fernandez yang kemudian melepaskan tembakan spektakuler dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras melewati Pickford ke sisi kanannya.
Kemudian pada masa injury time, tembakan Mac Allister lebih dulu membentur tiang gawang.
Namun, Messi kembali menjaga serangan tetap hidup dengan mengirim umpan silang kaki kanan yang disambut Martinez menjadi gol di tiang jauh.(*)