TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Desa Gununglurah di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas menjadi pemukiman paling atas masuk wilayah lereng Gunung Slamet.
Lokasi tempat tinggal yang dekat dengan area hutan Perhutani, membuat sebagian warga beraktivitas sebagai petani palawija, kapulaga dan kopi.
Tetapi ada juga warga yang memiliki usaha pengolahan kopra dan gula semut.
Seorang warga, Nasim (51) mengatakan, keluarganya memiliki usaha pengolahan kopra, yaitu daging kelapa yang dikeringkan.
Di wilayah Kecamatan Cilongok banyak usah pengolahan kopra, dia salah satunya yang berada di Desa Gununglurah.
"Jadi kopra ini daging kelapa yang sudah dikeringkan untuk bahan pembuatan minyak kelapa," katanya kepada tribunbanyumas.com, Rabu (15/7/2026).
Baca juga: Tangis Anak Saksikan Rekonstruksi Sang Ibu Bunuh Ayahnya di Purwokerto
Nasim mengatakan, usaha kopra milik keluarganya dijalankan oleh anaknya, bahan kelapa beli dari petani.
Kopra yang sudah jadi nantinya dijual ke pengepul.
Pengolahannya, mulai dari mengupas kulit kelapa, membelanya jadi dua, diasap satu sampai dua hari, kemudian dijemur di bawah terik matahari selama dua hari sampai garing.
"Dalam sehari, saya bisa mengupas dan memproses kelapa sebanyak 500 buah. Kalau sudah jadi, jualnya kiloan," ungkapnya.
Perangkat Desa Gununglurah, Khamami mengungkapkan, mata pencaharian warga Desa Gununglurah bermacam-macam.
Mereka yang bertempat tinggak dekat kawasan hutan, banyak yang menjadi petani palawija, kapulaga dan kopi.
Tetapi ada juga yang membuat kopra dan gula semut.
"Jadi beberapa desa di Kecamatan Cilongok, mata pencaharian memiliki kesamaan. Petani kapulaga, pengolah kopra dan pembuat gula semut," ujarnya. (fba)