Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pemerataan serta penguatan kualitas layanan jantung di Indonesia guna menumbuhkan kepercayaan publik, merespons banyaknya WNI yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, setiap tahunnya ada sekitar puluhan ribu WNI yang memilih berobat di Singapura, Malaysia, atau Thailand. Menurut dia, hal itu bukan karena tidak cinta Indonesia, melainkan belum kokohnya kepercayaan para pasien terhadap sistem kesehatan nasional.
"Dalam dunia kardiologi, di mana setiap detik dan setiap keputusan bisa berarti batasan antara hidup dan mati, kepercayaan itu adalah segalanya. Teman-teman sekalian, kita harus berani, jujur melihat kapasitas kita hari ini. Saat ini hanya ada 1.600 dokter spesialis jantung yang aktif di seluruh Indonesia. Sekitar 60 persen di antaranya ngumpul di Pulau Jawa," katanya di Jakarta, Kamis.
Dante menilai keterbatasan akses tersebut berdampak pada kesiapan fasilitas di lapangan. Dia mencontohkan, tindakan intervensi untuk penyakit jantung baru tersedia di 293 RS. Dia pun menekankan perlunya kolaborasi untuk menghadapi realita tersebut dan membenahi sistem.
Melalui transformasi kesehatan, Kemenkes terus mengejar target penguatan mutu, akses, dan layanan.
"Kami berkomitmen memastikan seluruh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki akses layanan cath lab," kata Dante.
Di sisi lain, pihaknya juga mengakselarasi pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit pendidikan, dengan memprioritaskan putra-putri daerah.
"Mulai Boven Digoel di Papua, Flores di NTT, Pulau Morotai di Maluku Utara, hingga Aceh Jaya," ujarnya.
Dante menyebutkan, tema Annual Scientific Meeting of Indonesia Heart Association (ASMIHA) Ke-35, yakni "Beyond Borders: Trust, Training, and the Future of Indonesian Cardiology" relevan dengan upaya reformasi kesehatan tersebut.
"Tema ini merangkum tiga pilar utama. Kepercayaan yang harus kita raih kembali, kompetensi yang eksklusif, dan pelayanan yang semakin adil dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Melalui forum tersebut, dia pun mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi guna menghasilkan rekomendasi konkret. Pertama, dalam percepatan produksi spesialis tanpa menurunkan kualitas.
Kedua, mempertahankan layanan. Ketiga, memastikan inovasi kesehatan dapat dirasakan manfaatnya di daerah-daerah kecil.
"Mari kita hilangkan sekat-sekat pembatas, beyond border, demi pembangun ekosistem pelayanan jantung yang inklusif, mandiri, dan tangguh," kata Dante.





