TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meski lambat namun terus menunjukkan perkembangan.
Hingga saat ini, sekitar 180 bangunan koperasi telah berdiri dari total 411 KDMP yang ditargetkan di seluruh wilayah Kaltara.
Meski demikian, baru sekitar 10 persen koperasi yang telah beroperasi.
Kondisi ini lantaran masih adanya sejumlah kendala salah satunya yakni keterbatasan modal usaha untuk mengisi gerai dan menjalankan aktivitas koperasi.
Baca juga: Usai Dibangun, KDMP Tana Tidung akan Dilengkapi Kendaraan Operasional dan Manajer Pendamping
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (DPPK - UKM) Provinsi Kaltara, Edy Suharto mengungkapkan bahwa untuk pembangunan fisik koperasi terus berjalan, namun operasionalnya masih membutuhkan dukungan permodalan.
“Dari total 411 KDMP, saat ini sekitar 180 bangunan sudah berdiri. Namun yang sudah beroperasi sampai hari ini mungkin baru sekitar 10 persen,” kata Edy Suharto, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, sebagian besar koperasi masih terkendala modal untuk membeli barang dagangan maupun menjalankan unit usaha.
“Kendalanya saat ini adalah keterbatasan modal. Mereka membutuhkan modal untuk membeli barang atau menjalankan usaha koperasi,” sebutnya.
Pasalnya sebagian besar Pemerintah Desa belum mampu memberikan tambahan anggaran karena Dana Desa telah banyak dialokasikan untuk pembangunan gedung koperasi.
“Kalau dari desa memang anggarannya sudah tidak ada. Dana desa sebagian sudah terpotong untuk pembangunan gerai koperasi,” jelasnya.
Baca juga: Mahasiswa Minta DPRD Tarakan Tolak Program KDMP dan MBG, Muhammad Yunus: Saya Tidak Bisa Memastikan
Oleh sebab itu, hingga saat ini KDMP di Desa masih menunggu realisasi dukungan pembiayaan melalui skema pinjaman modal yang akan disalurkan melalui Danantara.
“Saat ini kami masih menunggu bantuan permodalan atau pinjaman modal dari Danantara untuk mengisi gerai koperasi sehingga bisa segera beroperasi secara optimal,” katanya.
Selain persoalan modal, Edy Suharto menyebut masih terdapat sejumlah bangunan KDMP yang proses pembangunannya belum rampung.
“Dari 180 bangunan yang sudah berdiri itu, masih ada juga yang statusnya on progress. Kemudian sarana dan prasarana yang sudah selesai juga harus diserah terimakan terlebih dahulu sebelum bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi perkembangan pembangunan KDMP di sejumlah daerah.
Salah satunya Tarakan yang menjadi wilayah dengan progres paling cepat dalam pengembangan KDMP.
Baca juga: Akhir Juli 2026, 18 Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Tana Tidung Rampung 100 Persen
“Sejauh ini Tarakan menjadi daerah dengan progres paling cepat. Salah satunya Koperasi Kelurahan Selumit yang sudah berjalan,” ujarnya.
Selain Tarakan, Kabupaten Bulungan juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Koperasi Desa Apung menjadi salah satu KDMP yang telah memulai operasionalnya.
“Di Bulungan, Koperasi Desa Apung juga sudah jalan. Kami berharap daerah-daerah lain dapat segera menyusul setelah seluruh proses pembangunan, serah terima aset, dan dukungan permodalan dapat diselesaikan,” tandasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu