Mengenal Rashdul Kiblat, Terjadi Dua Kali dalam Setahun untuk Menentukan Arah Salat
Adhinata Kusuma July 16, 2026 07:35 PM

 

 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN – Apakah itu Rashdul Kiblat yang terjadi pada 15 Juli hingga 16 Juli 2026? 

Fenomena alam ini dimanfaatkan dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang digelar Kemenag di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Momen Rashdul Kiblat adalah posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah. 

Sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah ke kiblat dengan tingkat akurasi tinggi.

Kemenag Kota Balikpapan memanfaatkan fenomena ini untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat rumah, masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya.

Baca juga: 52 Kafilah Tana Tidung Siap Berlaga di MTQ ke-10 Kaltara, Kemenag Optimis Peserta Tampil Maksimal

"Alhamdulillah hari ini keluarga besar Kementerian Agama Kota Balikpapan sejak tanggal 15 Juli sampai hari ini 16 Juli melakukan sosialisasi dan praktik dalam rangka Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat," ujar Kepala Kemenag Kota Balikpapan, Masrivani seperti dikutip dari TribunKaltim.co, Kamis (16/7/2026). ,

Menurutnya, Rashdul Kiblat merupakan peristiwa ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah.

Pada saat itu, setiap benda yang berdiri tegak lurus akan menghasilkan bayangan yang mengarah tepat ke Ka'bah.

"Arah kiblat sebenarnya tetap sama dan tidak pernah berubah. Hanya saja, alam sedang mengajarkan kepada kita untuk mengukur kembali arah kiblat dengan cara yang sangat mudah, murah, namun memiliki tingkat akurasi yang luar biasa tinggi," jelasnya. 

Fenomena istimewa ini tidak terjadi setiap hari. 

Menurut Kepala Kemenag, Rashdul Kiblat terjadi sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan Juli.

Demonstrasi di Kantor Kemenag 

Di halaman Kantor Kemenag Balikpapan, para petugas mendemonstrasikan fenomena ini menggunakan alat modern seperti Istiwa Corrector dan Qiblat Tracker. 

Namun, masyarakat awam tidak membutuhkan alat mahal tersebut, bisa digantikan dengan tongkat lurus.

Tepat pada pukul 17.27 WITA, Matahari berada pada posisi puncaknya di atas Ka'bah. 

Pada menit yang sama di Balikpapan, masyarakat hanya perlu melihat bayangan dari benda tegak lurus. 

Berikut panduannya: 

1.Siapkan Tongkat Lurus

Dilakukan sebelum pukul 17.27. Cari tongkat, penggaris panjang, atau benda apa saja yang permukaannya rata untuk ditegakkan.

2.Pilih Area Terbuka

Pastikan mendapat sinar matahari.Letakkan tongkat di atas permukaan tanah atau lantai yang benar-benar rata dan terpapar matahari langsung.

3.Tandai pada Pukul 17.27 WITA

Momen krusial Rashdul Kiblat. Tepat pada waktu tersebut, amati bayangan yang jatuh di tanah.

4.Tarik Garis Kiblat

Menentukan arah salat. Garis lurus yang terbentuk dari ujung bayangan menuju ke pangkal tongkat adalah jalur presisi yang menghadap langsung ke Ka'bah di Makkah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.