TRIBUNWOW.COM - Paruh pertama kompetisi MotoGP 2026 resmi ditutup pada Minggu (12/7/2026) dengan catatan kelam bagi Francesco "Pecco" Bagnaia.
Alih-alih mengakhiri paruh musim dengan senyuman, Pecco justru pulang dari Sirkuit Sachsenring dengan rapor merah.
Pebalap Ducati Lenovo Team itu hanya mampu menyentuh garis finis di posisi keenam.
Hasil buruk di MotoGP Jerman 2026 semakin mempertegas tren negatif Pecco sepanjang 11 seri awal musim ini.
Berdasarkan klasemen sementara MotoGP 2026, Pecco kini berada di peringkat kedelapan dengan koleksi 143 poin.
Baca juga: Profil Francesco Bagnaia: Tolak Tawaran Rp200 M Honda & Yamaha, Malah Pilih Aprilia di MotoGP 2027
Ia tertinggal 65 poin dari Jorge Martin yang kokoh di puncak klasemen.
Padahal, Pecco datang ke musim ini dengan status sebagai juara dunia bertahan.
Dikutip dari Crash.net, Pecco mengungkapkan dirinya masih mengalami krisis teknis akibat hilangnya cengkeraman ban belakang (rear grip) yang terus menghantuinya sejak seri pembuka musim.
Masalah tersebut sangat memengaruhi performa motor saat berakselerasi maupun memasuki tikungan.
Hingga saat ini, para insinyur Ducati di Borgo Panigale juga belum mampu sepenuhnya mengatasi kendala teknis dan masalah rear grip yang dialami Pecco.
"Saya sangat kesulitan dengan grip ban dan saat kami harus melakukan time attack, itu adalah bagian terburuknya. Sepanjang akhir pekan ini, menyelamatkan posisi kualifikasi ke-11 dan finis keenam sudah merupakan hasil yang maksimal bagi kami saat ini," ujar Pecco.
Baca juga: Jadwal MotoGP 2026 setelah Sirkuit Jerman, akan Berlangsung di Silverstone Inggris
Di saat Pecco terpuruk dan harus memulai kualifikasi dari sesi Q1, rekan setimnya, Marc Marquez, justru tampil dominan dengan memenangi balapan utama di Sachsenring.
Karakter membalap Pecco yang sangat bergantung pada stabilitas ban belakang saat mengerem disebut menjadi satu di antara penyebab dirinya kesulitan ketika grip motor menurun.
Sebaliknya, Marc Marquez dinilai lebih adaptif dalam mengendalikan motor meski mengalami penurunan cengkeraman ban belakang.
Sementara itu, dikutip dari MotoGP.com, Pecco bahkan mengaku mempelajari data telemetri milik Alex Marquez yang dinilai lebih piawai melakukan sliding.
Jeda libur musim panas hingga awal Agustus akan menjadi momen krusial bagi Pecco dan Ducati.
Jika Ducati belum mampu menyelesaikan masalah rear grip sebelum MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, peluang Pecco untuk mempertahankan gelar juara dunia dipastikan akan semakin menipis.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Upitra Surakarta/Serviam Satria Dharma)