Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI – Setelah berjuang melawan penyakit tumor, Nopal (14), siswi SMP Negeri 4 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, meninggal dunia pada Kamis (16/7/2026).
Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Hoesin Palembang dan kemudian viral di media sosial.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah Adinda Nopal binti Leman, penderita tumor ganas, warga Desa Panta Dewa, Kabupaten PALI," demikian isi unggahan belasungkawa yang beredar.
Kepergian Nopal meninggalkan duka mendalam.
Selama lebih dari dua tahun terakhir, remaja asal Desa Panta Dewa, Kecamatan Penukal, itu berjuang melawan penyakit yang dideritanya di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Nopal sempat menjadi perhatian publik setelah kisah perjuangannya viral di media sosial.
Saat itu, keluarga mengaku kesulitan membiayai pengobatan.
Berbagai pihak kemudian memberikan bantuan dan dukungan agar Nopal dapat memperoleh penanganan medis yang lebih baik hingga akhirnya menjalani perawatan di RSUD Mohammad Hoesin Palembang.
"Kami selaku keluarga dari Nopal banyak berterima kasih atas bantuan dan doa dari masyarakat Desa Panta Dewa maupun Sumatera Selatan yang telah memberikan bantuan serta doa terbaik untuk putri saya," kata Leman, ayah Nopal.
Kepergian Nopal juga mengundang simpati masyarakat. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir melalui media sosial.
"Saya selaku orang tua meminta maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan anak kami semasa hidupnya," ucap Leman.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan serta bantuan yang diberikan masyarakat, termasuk para pemuda di desanya.
Baca juga: Kisah Siswi SMP di PALI 2 Tahun Terbaring Berjuang Lawan Tumor, Orang Tua Terkendala Biaya
Secara terpisah, Kepala Desa Panta Dewa, Wandra, membenarkan kabar meninggalnya warganya yang selama ini menjalani perawatan di rumah sakit di Palembang akibat penyakit tumor.
"Ya benar, saya mendapat informasi bahwa Nopal meninggal di rumah sakit di Palembang. Jenazahnya akan dibawa ke Desa Panta Dewa untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum desa," ujar Wandra kepada Sripoku.com dan Tribunsumsel.com.
Wandra juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan dan warga Desa Panta Dewa apabila semasa hidup almarhumah pernah melakukan kesalahan, serta memohon keikhlasan untuk memaafkannya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com