Takluk dari Antonsen, Ubed Akui Terpancing Permainan Lawan: Angkat Koper dari Japan 2026 
Hasiolan Eko P Gultom July 16, 2026 08:36 PM

Takluk dari Antonsen, Ubed Akui Terpancing Permainan Lawan: Angkat Koper dari Japan 2026 

Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah terhenti pada babak 16 besar Japan Open 2026 setelah kalah dari unggulan ketiga asal Denmark, Anders Antonsen, dengan skor 12-21, 19-21, di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Kamis (16/7/2026).

Meski gagal melangkah ke perempat final, pebulutangkis yang akrab disapa Ubed tersebut mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari duel melawan salah satu pemain terbaik dunia tersebut.

Baca juga: Update Hasil 16 Besar Japan Open 2026: Nasib Kembar Sabar/Reza & Ubed, Ambyar saat Coba Comeback

Ubed mengakui sempat kesulitan mengimbangi tempo permainan Antonsen, terutama pada gim pertama.

“Di gim pertama tadi masih cukup kebingungan, masih tertekan dengan temponya dia. Di gim kedua pelan-pelan saya sudah mulai tahu cara mainnya dan bola-bolanya dia sudah saya jaga juga,” ujar Ubed.

“Tapi di akhir-akhir, saya terpancing dengan permainan depannya dan dia sudah bisa mengantisipasi permainan saya,” sambungnya.

Pebulutangkis berusia 18 tahun itu menilai pengalaman Antonsen menjadi faktor pembeda dalam pertandingan.

Menurutnya, peraih berbagai gelar BWF tersebut tampil sangat rapi dan minim melakukan kesalahan sendiri.

“Hari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih bisa dan mengerti cara bermain yang tepat. Saya banyak belajar bagaimana dia sangat rapi dan tidak mau mudah mati sendiri,” ungkap Ubed,

Hasil kekalahan ini tetap disyukuri Ubed terlebih ajang ini merupakan debutnya tampil di level BWF 750.

“Cukup senang bisa menang di babak pertama kemarin. Debut di Super 750, tapi secara hasil tentunya belum puas,” pungkasnya.

Usai menyelesaikan kiprahnya di Jepang Open 2026, Ubed kini mengalihkan fokus ke China Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan.

Saat ini ia masih berstatus daftar tunggu (waiting list) nomor satu dan berharap mendapat kesempatan tampil.

“Saya masih daftar tunggu nomor satu di China Open minggu depan. Semoga bisa main, tapi di sisa waktu ini saya mau persiapan lagi dengan baik,” pungkasnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.