Tim PMKI Turun Tangan Percepat Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Mawaddatul Husna July 16, 2026 10:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaboratif Indonesia (PMKI) yang terdiri atas Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Kegiatan ini difokuskan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

​PMKI sendiri merupakan program pengabdian yang digagas oleh Asosiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) se-Indonesia guna memberikan dampak nyata langsung bagi masyarakat luas.

Kolaborasi Lintas Kampus dan Keterlibatan Mahasiswa

​Secara keseluruhan, program PMKI ini berlangsung dari Mei hingga November 2026.

Sementara itu, kegiatan lapangan dan pengambilan data dijadwalkan pada 8 Juli hingga 7 Agustus 2026.

​Kegiatan kolaboratif ini diperkuat oleh jajaran dosen ahli dari ketiga universitas:

​Universitas Syiah Kuala (USK): Ir Freddy Sapta Wirandha ST MEng (Ketua Pengabdi), Prof Dr Ir Farid Mulana ST MEng dan Prof Dr Syamsidik ST MSc.

​Universitas Brawijaya (UB): Dr dr Sri Soenarti SpPD K-Ger, Dr Ns Mukhamad Fathoni SKep MNS.

Kemudian Prof Dr Eng Fadly Usman ST MT dan Prof Dr Ir Qomariyatus Sholihah Amd Hyp ST MKes IPU ASEAN Eng.

​Universitas Negeri Padang (UNP): Dr Nofi Yendri Sudiar MSi, Dedy Fitriawan SPd MSi, dan Iip Permana ST MT.

​Selain para dosen, program ini juga melibatkan 15 mahasiswa USK dari Program Studi Teknik Geofisika, Teknik Elektro, dan Informatika.

​Pembekalan dan Sosialisasi Program Kerja

​Sebelum terjun ke lapangan, Ketua Pengabdi Freddy Sapta Wirandha memberikan pembekalan moral dan teknis kepada para mahasiswa. 

Ia menekankan pentingnya program yang berorientasi pada manfaat nyata yang berkelanjutan.

​"Harapannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Desa Pantan Kemuning dalam pemulihan dampak bencana.

Sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan," ujar Freddy.

​Setibanya di lokasi, tim langsung menggelar sosialisasi program yang dihadiri oleh perangkat desa dan masyarakat Pantan Kemuning. 

Langkah awal ini bertujuan memaparkan rencana program pemulihan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

​Freddy menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci. 

"Kami mengharapkan keterlibatan masyarakat secara aktif agar tercipta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, serta proses pembelajaran bersama antara Tim Pengabdi dan warga," imbuhnya.

​Enam Program Utama Pemulihan Pascabencana

​Guna mempercepat pemulihan fisik dan sosial desa, Tim PMKI telah merancang enam program strategis, yaitu:

  • ​Pemetaan tutupan lahan, sumber daya alam, dan daerah terdampak bencana.

    Pemetaan potensi sumber daya air bawah permukaan.
  • ​Pelatihan teknis serta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
  • ​Sosialisasi edukasi mitigasi dan simulasi bencana.
  • ​Penguatan kelembagaan mitigasi melalui pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (Pokdarna).
  • ​Pendampingan penyusunan regulasi mitigasi bencana melalui perancangan Qanun Gampong berbasis data dan teknologi geospasial.

​Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa dan BPBD

​Kehadiran Tim PMKI disambut hangat oleh Kepala Desa (Reje) Pantan Kemuning, Zahrial Fikri.

 Ia menyatakan komitmen penuh pemerintah desa dan warga untuk menyukseskan program ini.

​"Kami sangat berterima kasih kepada Tim PMKI yang bersedia mengabdi di desa kami.

Program-program yang dirancang sangat relevan dengan kebutuhan kami saat ini dalam proses pemulihan pascabencana," ungkap Zahrial.

​Dukungan serupa juga datang dari tingkat kabupaten. Tim PMKI telah berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah.

​Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaboratif ini.

Mengingat Pantan Kemuning merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025.

​"Kami siap mendukung penuh dan bekerja sama dengan Tim PMKI selama pelaksanaan kegiatan.

BPBD Bener Meriah juga membuka pintu koordinasi selebar-lebarnya bagi semua pihak demi percepatan pemulihan pascabencana di daerah kami," demikian pungkas Ilham. (*)

Baca juga: BBM Langka di Bener Meriah, Sopir Rugi Akibat Perjalanan Berkurang dan Barang Membusuk di Jalan

Baca juga: Buka Musda PETA, Bupati Tagore Abubakar Serukan Persatuan untuk Bangun Bener Meriah

Baca juga: Akses Warga Kini Lancar, Jembatan Bailey Wih Kanis Bener Meriah Resmi Beroperasi

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.