Selain Simpan Dendam, Pelaku Pembunuhan Ayah di Nganjuk Emosi Setelah Tahu Dirinya Anak Angkat
Ndaru Wijayanto July 16, 2026 11:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Akhirnya terungkap motif anak angkat bersama kekasihnya tega menghabisi nyawa ayah di Nganjuk, Jawa Timur. 

Polisi mengungkbahwa pembunuhan Gatot Tri Wahyu Widodo (53) dilakukan oleh anak angkatnya, DM (19), bersama sang kekasih, NJS (28).

Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, DM mengaku telah memendam amarah terhadap korban sejak kecil.

Ia mengaku kerap menerima pola asuh yang keras, baik secara fisik maupun verbal.

Emosi makin memuncak tatkala DM mengetahui jika dirinya merupakan anak angkat. 

"Kondisi itu diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi perbuatan tersangka DM," katanya, Kamis (16/7/2026). 

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Suka melanjutkan tersangka NJS (28) warga Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk kekasih DM ikut terlibat dalam kasus ini. 

Hal yang mendasari NJS turut serta karena hubungannya dengan DM tak direstui. 

Alasannya, perbedaan kasta finansial. Keluarga DM menilai ekonomi NJS kurang mampu. 

Baca juga: Anak Angkat Jadi Otak Pembunuhan Ayah di Nganjuk, Ajak Kekasih Berbagi Peran

TEMUAN JASAD - Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, digegerkan dengan adanya penemuan mayat, Rabu (15/7/2026). Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tak wajar, terkubur di pekarangan samping rumah.
TEMUAN JASAD - Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, digegerkan dengan adanya penemuan mayat, Rabu (15/7/2026). Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tak wajar, terkubur di pekarangan samping rumah. (Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma)

Baca juga: Breaking News, Polres Nganjuk Tangkap Pelaku Terkait Jenazah di Pekarangan, Korban Diduga Dibunuh 

Selain itu, NJS dijanjikan DM mendapatkan sejumlah uang setelah melakukan tindak kejahatan tersebut. 

"Iming-iming itu diterima NJS. Sebab NJS sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat keluarganya terlilit utang," sebutnya. 

DM dan NJS diamankan Satreskrim Polres Nganjuk di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (16/7/2026) pukul 01.00 WIB. 

DM dan NJS sempat melarikan diri ke sejumlah tempat, termasuk Pasuruan, pasca membunuh Gatot. 

Baca juga: Kejahatan Anak dan Kekasih usai Habisi Ayah di Nganjuk, Sempat Ciptakan Skenario Korban Menghilang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.