Grid.ID – Penunjukan Reza Arap sebagai Official Digital Partner untuk gelaran ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 memicu reaksi beragam. Menyadari bahwa dunia sepak bola Indonesia dipenuhi dengan suporter yang militan dan terkadang 'galak' di media sosial, personel Weird Genius ini memberikan jawaban yang mengejutkan sekaligus jujur.
Secara blak-blakan, Arap mengaku bahwa dirinya bukanlah pakar taktik atau pengamat sepak bola yang jenius. Ia justru menempatkan dirinya sebagai orang awam yang sekadar mencintai olahraga si kulit bundar.
"I’m just gonna be honest, tidak mengerti tapi saya penikmat. Dan banyak penikmat yang juga memang tidak mengerti juga, dan banyak penikmat atau penonton yang ngerti dan juga berkomentar kan?" ujar Reza Arap saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
Meski hanya sebagai penikmat, Reza mengaku cukup mengikuti pertandingan bola. Ia juga memberikan dukungannya untuk Tim Nasional Indonesia yang akan berlaga nanti.
"(Dukung) Timnas of course. Ya Timnas, dan nonton World Cup juga, terus ngikutin World Cup dari awal sampai sekarang juga terus ngikutin," jelas Arap.
Ketika ditanya mengenai kesiapannya menghadapi potensi hujatan dari netizen jika ia dianggap tidak kompeten membawakan acara bola, Arap menjawab dengan nada santai. Baginya, kritik atau hujatan bukanlah hal baru.
"Emang kapan saya tidak dihujat? Saya diam saja dihujat, saya menghilang saja dihujat. Dihujatnya atas dasar apa dulu nih? Karena enggak ngerti bola?" tantang Arap sembari tertawa.
Menurutnya, kejujuran adalah kunci. Daripada berpura-pura menjadi ahli, ia lebih memilih menjadi jembatan bagi jutaan 'penikmat' bola lainnya yang ingin menonton pertandingan dengan suasana yang lebih santai, penuh canda, dan tanpa sekat kaku seperti di televisi.
Melalui kolaborasi dengan MNC, Arap akan menghadirkan 33 konten eksklusif selama
turnamen berlangsung. Ia menjanjikan konten yang lebih "berisik" dan bebas, sesuai dengan napas media digital.
"Ekspektasi yang bisa saya berikan di kesempatan ini yaitu kebebasan. Kebebasan dari berekspresi, dari program, dari host, dari gimik, dari jokes, dari bahasa yang mungkin tidak bisa terjadi di konvensional, itu mungkin bisa terjadi di digital gitu," ucap pencipta Maraphton itu.
Arap juga menegaskan bahwa ia bukan ingin menyaingi siapa pun, termasuk saat ditanya apakah ia akan menjadi 'IShowSpeed-nya Indonesia' di dunia sepak bola.
"Enggak, enggak. Saya bukan IShowSpeed. Saya tidak sebesar dia," tegasnya.
Bagi Arap, proyek ini adalah tentang memberikan hiburan baru bagi fans Timnas. Ia berharap dukungannya dan jutaan penonton di kanal YouTube miliknya nanti bisa menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda.
"Yang dari aku lihat dan ngobrol sama temen-temen sih (Timnas Indonesia) lagi bagus-bagusnya ya. So hopefully kayaknya sih harusnya sih mereka bakal push their limit in this cup sih," pungkasnya.