Mengapa Ada Perebutan Tempat Ketiga di Piala Dunia? Inggris vs Prancis Siap Bertemu di 'Final Perunggu'
Hendra Wijaya July 17, 2026 03:45 AM

Tiga Singa akan menghadapi lawan yang sudah tidak asing lagi di 'Final Perunggu'.

Tim nasional Inggris akan bertemu dengan Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia pada hari Sabtu, setelah kekalahan dramatis 2-1 dari Argentina di babak semifinal.

Harapan Inggris untuk mengakhiri penantian 60 tahun meraih trofi mungkin telah pupus, namun perjalanan mereka di turnamen ini belum sepenuhnya selesai. Mereka kini akan bertolak ke Miami, Florida untuk menghadapi Prancis dalam pertandingan yang sebenarnya tidak terlalu diinginkan oleh kedua tim.

Skuad asuhan Thomas Tuchel kebobolan dua gol di menit-menit akhir saat Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk memastikan tempat di final hari Minggu, sementara Prancis kalah 2-0 dari Spanyol di semifinal lainnya.

Inggris pernah dua kali bermain di laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia, kalah 2-1 dari tuan rumah Italia pada 1990 dan 2-0 dari Belgia pada 2018.

Sementara itu, Prancis sudah tiga kali tampil di partai serupa, menang 6-3 atas Jerman Barat pada 1958 dan menang 4-2 setelah perpanjangan waktu melawan Belgia pada 1986. Satu-satunya kekalahan mereka terjadi pada 1982, ketika mereka takluk 3-2 dari Polandia.

Meski Inggris harus melakukan introspeksi setelah tersingkir pahit oleh Argentina, Prancis akan berusaha menutup turnamen ini dengan hasil positif dalam laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih.

Kylian Mbappe juga masih berpeluang merebut Sepatu Emas untuk kedua kalinya secara beruntun di Piala Dunia. Penyerang Prancis yang kini bermain untuk Real Madrid itu memiliki jumlah gol yang sama dengan Lionel Messi, namun tertinggal satu assist dari bintang Argentina tersebut menjelang pertandingan terakhir turnamen.

Alasan utama adanya laga perebutan tempat ketiga adalah pendapatan. Pertandingan ini memberi FIFA kesempatan tambahan untuk menjual tiket, sementara stasiun televisi dapat memperoleh keuntungan dari slot iklan selama pertandingan berlangsung.

Laga perebutan tempat ketiga juga berpengaruh terhadap peringkat dunia dan memberikan kesempatan bagi para pemain untuk menutup turnamen dengan rasa bangga.

Bagi pemain seperti Mbappe, pertandingan ini juga menjadi peluang untuk meraih penghargaan individu, seperti Sepatu Emas atau Sarung Tangan Emas.

Pertandingan perebutan tempat ketiga pertama kali diperkenalkan pada tahun 1934, edisi kedua Piala Dunia, ketika Jerman mengalahkan Austria dengan skor 3-2.

Sebelumnya, pada edisi 1930, posisi ketiga ditentukan berdasarkan selisih gol.

Tidak ada pertandingan perebutan tempat ketiga pada tahun 1950, ketika FIFA menggunakan format grup untuk Piala Dunia pertama setelah Perang Dunia II.

Laga perebutan tempat ketiga kemudian diperkenalkan kembali pada 1954 dan sejak itu menjadi bagian tetap dari turnamen.

Pada tahun 2026, FIFA mengumumkan bahwa laga perebutan tempat ketiga akan disebut sebagai 'Final Perunggu'.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.