Messi vs Lamine Yamal, Takdir Dua Generasi Barcelona Berujung di Final Piala Dunia 2026
Muhammad Nursina Rasyidin July 17, 2026 07:27 AM

TRIBUNNEWS.COM – Final Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel sengit antara Argentina dan Spanyol, tetapi juga mempertemukan dua ikon Barcelona dari generasi yang berbeda, Lionel Messi dan Lamine Yamal.

Laga yang akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB itu akan menjadi momen bersejarah. Untuk pertama kalinya, Messi dan Yamal akan saling berhadapan sebagai lawan di atas lapangan.

Pertemuan tersebut terasa semakin istimewa karena hampir dua dekade lalu keduanya pernah dipertemukan dalam situasi yang sangat berbeda.

Kala itu, Messi masih berusia 20 tahun dan baru mulai menembus tim utama Barcelona. Sementara Yamal masih bayi berusia lima bulan.

Momen tersebut terekam dalam sebuah sesi pemotretan yang kini kembali menjadi sorotan menjelang final Piala Dunia 2026.

Foto yang memperlihatkan Messi menggendong sekaligus memandikan bayi Lamine Yamal pun dianggap banyak pihak sebagai simbol estafet generasi bintang Barcelona.

Kini, hampir 19 tahun berselang, keduanya justru akan saling berhadapan untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

BOLA RAKSASA PIALA DUNIA - Giant ball atau bola raksasa dipajang di lobi Hotel Aryaduta Makassar, Jalan Somba Opu, Makassar, Sulsel, Selasa (7/7/2026). Bola raksasa ini dihadirkan Aryaduta Makassar menyemarakkan Piala Dunia 2026.
BOLA RAKSASA PIALA DUNIA - Giant ball atau bola raksasa dipajang di lobi Hotel Aryaduta Makassar, Jalan Somba Opu, Makassar, Sulsel, Selasa (7/7/2026). Bola raksasa ini dihadirkan Aryaduta Makassar menyemarakkan Piala Dunia 2026. (Tribunnews.com/Tribun Timur/ Muh Abdiwan)

Duel Argentina melawan Spanyol bukan hanya menjadi laga yang telah lama dinantikan para pencinta sepak bola dunia, tetapi juga oleh football enthusiast Bayu Ajianto.

Jauh sebelum partai semifinal digelar, Bayu sudah memprediksi sekaligus berharap Argentina dan Spanyol akan bertemu di partai puncak Piala Dunia 2026.

Prediksi tersebut ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam podcast Tribunnews bertajuk "SUPER TAKTIK: Semifinal Berdarah Piala Dunia 2026: Argentina Dikepung Trio Raksasa Eropa" yang direkam di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Saya justru lebih berharap Argentina bertemu Spanyol di final."

"Kenapa? Bukan karena Spanyol lebih lemah, tetapi karena mereka mungkin menjadi tim dengan permainan paling lengkap saat ini."

"Namun, jika melihat gaya bermain, saya menilai Argentina punya peluang lebih besar untuk mengimbangi Spanyol," kata Bayu.

Baca juga: Polemik Spanduk Falkland, FIFA Pertimbangkan Hukuman Argentina sebelum Final Piala Dunia 2026

Berawal dari Pemotretan UNICEF

Pertemuan pertama Messi dan Yamal terjadi pada 2007 di ruang ganti Camp Nou.

Saat itu keluarga Lamine Yamal memenangkan undian yang digelar surat kabar Catalan Sport bersama UNICEF dan sponsor Barcelona.

Hadiahnya adalah sesi foto bersama pemain tim utama Barcelona.

Secara kebetulan, keluarga Yamal dipasangkan dengan Lionel Messi.

Fotografer Joan Monfort yang mengabadikan momen tersebut mengaku sama sekali tidak menyangka foto itu kelak memiliki nilai sejarah yang luar biasa.

"Saya sama sekali tidak tahu bahwa itu Lamine di foto tersebut sampai salah satu teman saya menelepon saya pada tahun 2024 dan memberi tahu saya bahwa ayahnya telah mengunggahnya ke Instagram," ujar Monfort, dikutip dari BBC.

Menurut Monfort, Messi yang dikenal pendiam bahkan terlihat sedikit canggung saat pertama kali diminta menggendong bayi tersebut.

"Messi adalah pria yang sangat introvert, sangat pemalu dan pendiam. Dia masuk ke ruang ganti dan tiba-tiba harus berfoto dengan seorang bayi kecil," kata Monfort.

"Ekspresinya berubah seperti dia tidak tahu harus berbuat apa."

"Namun dia tetap profesional dan langsung menyesuaikan diri dengan situasi."

Foto tersebut kembali viral saat Euro 2024 setelah ayah Yamal mengunggahnya ke media sosial dengan tulisan "Awal dari dua legenda."

Dua Generasi, Dua Kisah Berbeda

Perjalanan karier keduanya kini memperlihatkan dua fase berbeda dalam sejarah sepak bola.

Messi datang ke final Piala Dunia 2026 di usia 39 tahun.

Kapten Argentina itu terus menunjukkan kualitas luar biasa dengan membawa Albiceleste kembali ke final setelah menyingkirkan Inggris 2-1 di semifinal.

Sementara itu, Lamine Yamal baru saja menginjak usia 19 tahun.

Meski masih sangat muda, winger Barcelona tersebut telah menjadi pemain utama Spanyol dan berperan penting membawa La Roja menembus final usai mengalahkan Prancis 2-0.

Perjalanan mereka di usia yang sama juga menarik untuk dibandingkan.

Saat berusia 19 tahun, Messi baru mengoleksi 11 gol sepanjang karier profesionalnya serta memenangkan satu gelar Liga Champions dan satu trofi La Liga.

Sebaliknya, Yamal telah mencetak 56 gol, memenangkan tiga gelar La Liga, satu Copa del Rey, serta membawa Spanyol menjuarai Euro 2024.

Makna Nama Lamine Yamal

Di balik kesuksesannya, terdapat kisah menarik mengenai nama Lamine Yamal.

Nama lengkap pemain Spanyol tersebut adalah Lamine Yamal Nasraoui Ebana.

Ia menggunakan dua nama depannya di punggung jersey sebagai bentuk penghormatan kepada dua orang yang pernah membantu keluarganya saat mengalami kesulitan ekonomi sebelum dirinya lahir.

Ayah Yamal disebut berjanji akan memberikan nama kedua orang tersebut kepada anaknya sebagai bentuk rasa terima kasih.

Lamine sendiri merupakan nama yang umum dalam bahasa Arab dengan makna "jujur" atau "dapat dipercaya", sedangkan Yamal merupakan variasi dari Jamal yang berarti "keindahan" atau "keanggunan".

Yamal tumbuh di kawasan Rocafonda, wilayah kelas pekerja di Mataro, sekitar 30 kilometer dari Barcelona.

Ia juga kerap merayakan gol dengan gestur angka 304, yang merujuk pada kode pos daerah tempat ia dibesarkan.

Dalam wawancaranya dengan El Pais, Yamal mengaku tidak akan pernah mampu membalas seluruh pengorbanan kedua orang tuanya.

"Apa yang telah dilakukan ibu saya dan ayah saya, saya tidak akan mampu melakukan itu untuk siapa pun selain anak saya."

"Jika Anda tidak punya uang, sangat sulit membantu anak Anda bermain sepak bola. Orang tua saya berhasil mewujudkan semuanya."

"Itu sesuatu yang tidak akan pernah bisa saya balas."

Penutup Kisah yang Dimulai 19 Tahun Lalu

Fotografer Joan Monfort menganggap final Piala Dunia kali ini sebagai penutup sempurna dari kisah yang dimulai hampir dua dekade silam.

Menurutnya, sangat sulit memilih siapa yang layak menjadi juara.

"Saya rasa kita sedang menutup siklus kisah mereka. Ini seperti akhir yang bahagia."

"Saya penggemar Barcelona. Akan sempurna jika Messi mengakhiri kariernya dengan memenangkan Piala Dunia lagi karena dia pantas mendapatkannya."

"Namun Lamine masih memiliki masa depan yang sangat panjang. Jika dia memenangkannya sekarang, itu juga akan menjadi sesuatu yang luar biasa."

"Ini sangat sulit bagi saya. Hati saya benar-benar terbelah."

Kini, takdir akhirnya mempertemukan dua generasi Barcelona di panggung terbesar sepak bola dunia.

Dari sebuah foto sederhana di ruang ganti Camp Nou pada 2007, kisah Messi dan Lamine Yamal akan mencapai babak baru saat keduanya saling berebut trofi Piala Dunia 2026.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.