Kabar Buruk Timnas Inggris Jelang Lawan Prancis, Bellingham Bisa Kena Sanksi FIFA usai Jitak Barco
Muhammad Nursina Rasyidin July 17, 2026 07:57 AM

TRIBUNNEWS.COM – Kekalahan dramatis Inggris dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 berbuntut panas setelah peluit panjang dibunyikan. Gelandang Inggris, Jude Bellingham, terekam menjitak bagian belakang kepala pemain muda Argentina, Valentin Barco, dalam insiden yang kini berpotensi berujung sanksi disiplin dari FIFA.

Belakangan, sebuah rekaman yang beredar di media sosial disebut memperlihatkan kronologi lengkap insiden tersebut.

Dalam video itu, tindakan Bellingham diduga dipicu oleh provokasi yang dilakukan Barco sesaat setelah Argentina memastikan kemenangan 2-1 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Argentina sebelumnya sempat tertinggal lewat gol Anthony Gordon. Namun, juara bertahan itu mampu membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2 untuk memastikan tiket ke final menghadapi Spanyol.

Sebaliknya, Inggris kembali harus mengubur mimpi mengakhiri penantian panjang mereka meraih gelar Piala Dunia pertama sejak 1966.

Hasil tersebut sejatinya tak terlalu mengejutkan. Sebelum pertandingan berlangsung, sejumlah pengamat sepak bola Indonesia telah menilai laga kontra Argentina akan menjadi ujian terberat bagi proyek Thomas Tuchel bersama generasi emas Inggris.

Football enthusiast Gigih menilai pendekatan Tuchel sempat menuai kritik karena dianggap terlalu mengedepankan disiplin khas sepak bola Jerman dibanding identitas permainan tradisional Inggris.

"Pendekatan Thomas Tuchel memang sering dikritik karena dianggap terlalu Jerman dan tidak cukup mencerminkan sepak bola Inggris tradisional."

"Tapi disiplin taktis yang diterapkannya berhasil membawa Inggris ke semifinal dan fleksibilitas taktiknya menjadi kunci menghadapi tekanan besar di turnamen ini," ujar Gigih dalam Podcast Super Taktik Tribunnews.

Pandangan serupa disampaikan football enthusiast Bayu Ajianto. Menurutnya, duel menghadapi Argentina merupakan tolok ukur sesungguhnya untuk menilai kualitas generasi emas Inggris di bawah arahan Tuchel.

"Laga melawan Argentina akan menjadi tolok ukur sesungguhnya bagi generasi emas Inggris saat ini," kata Bayu.

Kegagalan taktik Tuchel pun berbuah emosional bagi Jude Bellingham setelah pertandingan melawan Argentina selesai.

Dua wanita mengenakan stiker bendera Argentina dan Inggris sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).
DUKUNGAN DI PILDUN - Dua wanita mengenakan stiker bendera Argentina dan Inggris sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Ungkap Awal Mula Insiden

Sesaat setelah pertandingan berakhir, suasana memanas ketika para pemain kedua tim berkumpul di tengah lapangan.

Siaran televisi sempat menangkap momen Bellingham menepuk atau menjitak bagian belakang kepala Valentin Barco, yang langsung memancing reaksi keras para pemain Argentina.

Namun, rekaman lain yang diambil dari tribun penonton memperlihatkan kejadian beberapa detik sebelumnya.

Dalam video yang diunggah akun @diarioas di platform X dan telah ditonton puluhan juta kali, Bellingham terlihat berdiri beberapa meter dari perayaan Argentina sambil berjabat tangan dengan salah satu kiper cadangan lawan.

Baca juga: Messi vs Lamine Yamal, Takdir Dua Generasi Barcelona Berujung di Final Piala Dunia 2026

Tak lama kemudian, gelandang Real Madrid itu tampak bereaksi terhadap sesuatu yang diucapkan Barco.

Bellingham, yang dikenal fasih berbahasa Spanyol, langsung menghampiri Barco sebelum menjitak bagian belakang kepala pemain Strasbourg tersebut.

Barco kemudian membalas dengan mendorong Bellingham hingga memicu keributan yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim.

Bek senior Argentina Nicolas Otamendi menjadi orang pertama yang mencoba melerai.

Dua kiper Inggris, James Trafford dan Dean Henderson, juga turun tangan untuk memisahkan kedua kubu.

Ollie Watkins kemudian menarik Bellingham menjauh dari keributan, meski situasi sempat kembali memanas ketika Morgan Rogers ikut terlibat dalam adu mulut.

Bellingham Sudah Jadi Target Sejak Awal Laga

Ketegangan antara Bellingham dan para pemain Argentina sebenarnya sudah terlihat sejak awal pertandingan.

Pada menit-menit pertama, gelandang Argentina Leandro Paredes menjatuhkan Bellingham lewat dorongan keras, tetapi lolos dari hukuman kartu kuning.

Paredes bahkan beberapa kali terlihat merayakan tekel yang berhasil dilakukannya terhadap pemain berusia 23 tahun tersebut sebagai bentuk provokasi.

Selain itu, bek Argentina Cristian Romero juga sempat melakukan selebrasi tepat di depan wajah Bellingham usai salah satu gol Albiceleste.

Serangkaian insiden tersebut membuat laga semifinal berlangsung dalam tensi tinggi hingga peluit akhir dibunyikan.

Barco Diduga Sudah Memancing Emosi Inggris

Valentin Barco sendiri sebenarnya tidak dimainkan oleh pelatih Lionel Scaloni dalam laga semifinal tersebut.

Meski hanya berada di bangku cadangan, pemain Strasbourg itu disebut ikut memancing emosi pemain Inggris saat pertandingan masih berlangsung.

Ketika Enzo Fernandez mencetak gol penyeimbang untuk Argentina, Barco dilaporkan berlari masuk ke tepi lapangan untuk ikut merayakan sambil melakukan gestur yang dianggap memprovokasi kubu Inggris.

Bek Inggris John Stones terlihat mendorong Barco karena kesal dengan aksinya.

Mantan kiper timnas Inggris, Paul Robinson, turut mengkritik tindakan Barco.

"Kami tidak melihat banyak sportivitas hari ini dan itu mungkin contoh sportivitas terburuk yang kami lihat sepanjang Piala Dunia ini," ujar Robinson, dikutip dari Sportbible.

Bellingham Terancam Hukuman FIFA

Karena tidak terlihat secara langsung oleh perangkat pertandingan, insiden antara Bellingham dan Barco berpotensi ditinjau ulang oleh Komite Disiplin FIFA.

Jika dianggap melakukan tindakan kekerasan setelah pertandingan, gelandang Real Madrid tersebut bisa dikenai hukuman berupa denda hingga larangan bermain.

Sanksi tersebut bahkan berpotensi membuat Bellingham absen saat Inggris menghadapi Prancis dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 pada Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Berkaca pada kasus-kasus sebelumnya, beberapa pemain terkena sanksi larangan bermain akibat terbukti melakukan tindakan kekerasan saat di lapangan.

Seperti striker Manchester United ini menerima larangan bermain sepak bola selama delapan bulan dan dijatuhi hukuman pelayanan masyarakat setelah melancarkan tendangan "kung-fu" dan pukulan bertubi-tubi kepada seorang penonton Crystal Palace pada tahun 1995, dikutip dari ESPN.

Selain itu,  Bek Real Madrid, Pepe dijatuhi hukuman larangan bermain 10 pertandingan pada tahun 2009 karena berulang kali menendang dan menginjak pemain Getafe yang terjatuh selama pertandingan La Liga.

FIFA hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan penyelidikan atas insiden tersebut.

Bellingham sendiri mengakhiri turnamen dengan catatan impresif setelah mencetak enam gol dan menjadi salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.