Tak Ada Uang, Kepala Perpusnas Akui Tak Bisa Kirim Lagi Buku ke Daerah
GH News July 17, 2026 09:08 AM
Jakarta -

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz mengakui pemangkasan anggaran berdampak langsung terhadap program-program literasi nasional. Salah satunya bantuan pengiriman buku ke desa, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan, hingga Puskesmas terpaksa harus dihentikan.

Menurut Aminudin, penurunan anggaran yang sangat drastis membuat berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan penguatan literasi tidak dapat berjalan optimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Betul, dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi menjadi terganggu," kata Aminudin dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Kepala Perpusnas di Gedung DPR RI, Kamis (16/7/2026) seperti dikutip dari tayangan TV Parlemen.

Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa itu menjelaskan, pada 2024-2025 Perpusnas menjalankan program bantuan buku untuk berbagai lokasi layanan masyarakat. Setiap titik penerima atau lokus mendapatkan sekitar 1.000 buku.

Program tersebut, kata dia, mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Buku-buku yang dikirim dimanfaatkan secara aktif dan memperoleh respons positif dari berbagai daerah. "Ini disambut dengan sangat luar biasa, dimanfaatkan dengan sangat baik, dan mendapatkan respons yang sangat-sangat positif," ujarnya.

Namun, program tersebut tidak dapat dilanjutkan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran. "Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya," kata Aminudin.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi hambatan besar bagi upaya Perpusnas untuk memperluas gerakan literasi secara lebih masif di seluruh Indonesia. Menurutnya, tanpa dukungan anggaran yang memadai, rencana untuk memperkuat akses bacaan di daerah-daerah sulit diwujudkan.

Aminudin mengatakan pada 2025 Perpusnas mendapatkan anggaran lebih dari Rp 721,6 miliar. Anggaran itu, lanjut dia, juga sempat diblokir Rp 132 miliar sehingga anggaran yang bisa dipakai hanya Rp 589,5 miliar.

"Nah, sepanjang tahun 2025 itu kami mendistribusikan anggaran itu ke unit-unit kerja, lalu terealisasi anggaran sebesar Rp 583,2 miliar dan ini setara dengan 98,93%," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.