Protes Bau Busuk Menyengat, Mama-mama Papua Hamburkan Sampah ke Jalan Pasar Lama Sentani
Paul Manahara Tambunan July 17, 2026 10:29 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Aksi protes tak biasa dilakukan oleh puluhan mama-mama Papua yang sehari-hari berjualan di Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kesal lantaran tumpukan sampah tak kunjung diangkut petugas selama berhari-hari, mereka nekat menghamburkan tumpukan sampah ke badan jalan raya, Kamis (16/7/2026) malam.

Aksi spontan ini dipicu oleh bau busuk menyengat yang mengganggu aktivitas jual beli di kawasan pasar tersebut.

Para pedagang mengaku sangat dirugikan karena pembeli enggan datang akibat aroma tidak sedap yang menusuk hidung.

"Ini sampah sudah beberapa hari tidak diangkut dan baunya menyengat, sementara kami berjualan di sini."

"Orang-orang tidak mau datang beli karena bau sampah ini," ujar salah seorang mama pedagang di lokasi dengan nada kecewa.

Baca juga: Layanan Solar Disetop karena Gangguan Keamanan, Armada Kebersihan Lumpuh, Sampah Menumpuk di Sentani

TUMPUKAN SAMPAH - Tumpukan sampah di depan jalan raya Abepura-Sentani tepatnya depan jalan masuk perumahan dekat Pos VII Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (2/7/2026).
TUMPUKAN SAMPAH - Tumpukan sampah di depan jalan raya Abepura-Sentani tepatnya depan jalan masuk perumahan dekat Pos VII Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (2/7/2026). (Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita)

Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat

Sebagai bentuk protes keras kepada pemerintah daerah, para pedagang membongkar tumpukan sampah di sekitar pasar lalu menghamburkannya ke jalan utama.

Akibat aksi nekat ini, arus lalu lintas di kawasan Pasar Lama Sentani sempat mengalami kemacetan dan tersendat.

Sejumlah personel kepolisian yang tengah melakukan patroli pun langsung turun ke lokasi untuk mengatur sekaligus mengalihkan arus lalu lintas agar situasi kembali kondusif.

Selain menyoroti lambatnya respons pemerintah daerah dalam mengangkut sampah, para pedagang juga mengeluhkan perilaku sebagian warga sekitar.

Menurut mereka, tumpukan sampah yang menggunung itu sebenarnya bukan berasal dari aktivitas pedagang pasar, melainkan sampah rumah tangga warga yang dibuang secara sembarangan.

Padahal, tempat pembuangan sampah resmi hanya berjarak sekitar 100 hingga 200 meter dari lokasi tersebut.

"Tempat sampah ada di depan, tidak jauh. Ini bukan sampah pedagang, tetapi sampah rumah tangga yang dibuang di sini," ujar salah satu pedagang.

SAMPAH MENUMPUK - Tampak sampah menumpuk di Jalan Kehiran, Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
SAMPAH MENUMPUK - Tampak sampah menumpuk di Jalan Kehiran, Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. (Tribun Papua Barat)

DLH Sebut Armada Mogok karena Solar

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, akhirnya buka suara terkait masalah penumpukan sampah yang terjadi di wilayah Kota Sentani.

Baca juga: Layanan Solar SPBU Hawai Disetop, Sampah Menumpuk di Jalan Sentani

Salmon menjelaskan, tidak terangkutnya sampah selama beberapa hari ini disebabkan oleh kendala teknis pada armada pengangkut milik Pemkab Jayapura.

Menurutnya, truk-truk pengangkut sampah tidak bisa beroperasi maksimal karena mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

"Armada pengangkut sampah tidak mendapatkan BBM solar sehingga berdampak pada pelayanan pengangkutan sampah," jelas Salmon kepada wartawan.

Akibat kendala pasokan solar tersebut, sampah-sampah kini menumpuk di sejumlah titik di Kota Sentani dan memicu protes keras dari masyarakat serta para pedagang setempat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.