WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, diperkirakan mengalami kepadatan lalu lintas pada Jumat (17/7/2026) siang seiring rencana aksi unjuk rasa Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat.
Sebanyak 4.132 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi.
Aksi unjuk rasa tersebut akan dipusatkan di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan Monas, Jakarta Pusat, dan dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan massa aksi berasal dari Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat yang merupakan gabungan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Baca juga: Tak Kunjung Disahkan, Bagaimana Nasib RUU Perampasan Aset yang Buat Demo Besar di Indonesia?
"Aksi unjuk rasa pada hari ini datang dari Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat. Kelompok ini merupakan gabungan dari BEM UNJ, BEM Universitas Trilogi, BEM Institut STIAMI, dan BEM Universitas Paramadina," kata Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Erlyn, penyampaian pendapat akan berlangsung di kawasan Monas mulai siang hari.
"Penyampaian pendapat ini akan dimulai pada pukul 13.00 WIB siang di kawasan Monas," ujarnya.
Seiring pelaksanaan aksi tersebut, kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sejumlah ruas jalan sekitar Monas, termasuk kawasan Bundaran HI hingga Dukuh Atas.
Pengalihan arus akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan jumlah massa di lapangan.
Masyarakat yang akan melintas di kawasan tersebut diimbau mengantisipasi potensi kemacetan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas apabila rekayasa lalu lintas diberlakukan.
Baca juga: Kabid Pasar Jadi Tersangka Korupsi MCK Rp80 Juta, Pemkot Bekasi Tegas Tolak Beri Bantuan Hukum
Selain di kawasan Monas, apel gelar pasukan juga dilaksanakan di dua titik lain sebagai bagian dari pengamanan aksi.
"Apel gelar pasukan juga dilakukan di dua titik tambahan, yaitu di Parkir Hotel Pullman dan Gedung Thamrin Nine, Dukuh Atas," jelas Erlyn.
Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya mengerahkan 4.132 personel gabungan yang berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek jajaran, serta tim Pelayanan Unjuk Rasa (Yan Unras).
"Sebanyak 4.132 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan, serta dibantu oleh tim Yan Unras (Pelayanan Unjuk Rasa) wilayah Jakarta Pusat lainnya," tuturnya.