Ismail Saleh Terpilih sebagai Ketua PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya Periode 2026–2028
Petrus Bolly Lamak July 17, 2026 10:38 AM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) II Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Papua Barat–Papua Barat Daya menetapkan Ismail Saleh sebagai Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Papua Barat–Papua Barat Daya masa khidmat 2026–2028.

Pemilihan berlangsung dalam sidang pleno Konkoorcab II yang digelar, pada Kamis (16/7/2026).

Ismail Saleh memperoleh mandat dari peserta konferensi untuk memimpin organisasi selama dua tahun ke depan setelah melalui seluruh tahapan persidangan dan mekanisme organisasi yang berlaku.

Baca juga: Perempuan OAP di Papua Barat Daya Ikut Pelatihan Anyam Daun Pandan jadi Sendal dan Tas

Dalam menjalankan roda organisasi, Ismail akan didampingi Ketua Korps PMII Putri (Kopri) PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya, Andi Fitriyani Idris. 

Keduanya akan mengemban amanah kepengurusan PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya untuk masa khidmat 2026–2028.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Konkoorcab II yang telah menjaga proses demokrasi organisasi berlangsung dengan baik.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Amanah ini bukan kemenangan pribadi, melainkan amanah seluruh kader PMII Papua Barat dan Papua Barat Daya. Mari kita jadikan kepengurusan ini sebagai rumah bersama untuk memperkuat kaderisasi dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov Papua Barat Daya Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Kendalikan Inflasi

Ia mengatakan, fokus utama dalam waktu dekat adalah menyusun struktur kepengurusan PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya sekaligus mempersiapkan pelantikan pengurus yang ditargetkan terlaksana pada tahun ini.

Menurut Ismail, saat ini juga tengah berkembang wacana pelantikan secara serentak bersama seluruh Pengurus Cabang (PC) PMII se-Papua Barat dan Papua Barat Daya sebagai bentuk konsolidasi organisasi di tingkat wilayah.

“Kami ingin memastikan kepengurusan segera terbentuk agar roda organisasi dapat berjalan efektif. Selain itu, kami juga membuka komunikasi dengan seluruh cabang terkait kemungkinan pelantikan serentak sebagai momentum memperkuat soliditas PMII di Papua Barat dan Papua Barat Daya,” katanya.

Ismail juga memohon doa dan dukungan dari seluruh kader, alumni, serta sahabat-sahabat senior PMII di Papua Barat dan Papua Barat Daya agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik.

“Kami berharap doa, masukan, dan dukungan dari seluruh sahabat senior PMII. Pengalaman dan pendampingan para senior akan menjadi energi penting bagi kami dalam membangun organisasi yang lebih baik,” ucapnya.

Pada masa kepemimpinannya, Ismail menegaskan PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya akan mengembalikan fokus gerakan organisasi pada akar rumput PMII, yakni kampus sebagai basis utama kaderisasi.

Melalui tagline “PMII BACK TO HOME (Kampus)”, ia ingin menghidupkan kembali ruang-ruang intelektual di komisariat dan memperkuat aktivitas kader di lingkungan perguruan tinggi.

“Gerakan mahasiswa harus lahir dari kampus. Komisariat adalah pondasi PMII. Karena itu, kami akan memperkuat kaderisasi, diskusi intelektual, pengembangan kapasitas kader, serta membangun kembali budaya akademik di setiap komisariat. PMII harus kembali ke rumahnya, yaitu kampus,” tegasnya.

Selain memperkuat kaderisasi di tingkat komisariat, kepengurusan PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya periode 2026–2028 juga akan mendorong peningkatan kapasitas intelektual kader, memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Serta memperkuat peran PMII dalam mengawal isu-isu pendidikan, demokrasi, sosial kemasyarakatan, dan pembangunan di Tanah Papua. (*/tribunsorong.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.