Tribunlampung.co.id, Denpasar - Seorang wanita asal Tegal, Jawa Tengah, berinisial AS (26), ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di kamar kosnya di Jalan Mekar II, Pedungan, Denpasar Selatan, Bali, pada Rabu (15/7/2026) malam.
Baca Juga: Motif Pembunuhan Wanita di Lampung Utara, Pelaku Terlilit Utang, Judol dan Narkoba
Korban diduga menjadi korban penganiayaan berat.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, AS diduga dicekik oleh kekasihnya yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial MZ pada Sabtu (11/7/2026) siang.
Setelah kejadian tersebut, korban diduga ditinggalkan begitu saja di dalam kamar kos hingga akhirnya jasadnya ditemukan beberapa hari kemudian dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Kasus ini kini masih didalami aparat kepolisian.
Sementara itu, MZ diduga melarikan diri usai penemuan jasad korban dan kini masih dalam pencarian.
Penemuan jasad AS bermula ketika adik kandung korban, RAS, mendatangi kamar kos kakaknya pada Rabu sekitar pukul 19.00 Wita.
Ia datang karena khawatir setelah berulang kali menghubungi korban, tetapi telepon selulernya tidak pernah aktif.
Sesampainya di lokasi, RAS langsung mencium aroma busuk yang sangat menyengat bahkan sejak hendak membuka pagar kos. Bau tersebut diduga berasal dari arah kamar korban.
Saat memasuki kamar, RAS mendapati kondisi ruangan yang mencurigakan. Tubuh korban tidak langsung terlihat karena tertimbun tumpukan boneka dan karpet yang dilipat.
Ia hanya melihat rambut kakaknya menyembul dari balik tumpukan tersebut.
Tak lama kemudian, MZ tiba-tiba keluar dari kamar sebelah.
Karena tidak mendapat jawaban saat bertanya dan merasa ada yang disembunyikan, RAS sempat memukul pria tersebut menggunakan helm.
Namun, MZ langsung melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy, sehingga memunculkan dugaan kuat keterlibatannya dalam kematian korban.
Petugas Polsek Denpasar Selatan yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Korban ditemukan meninggal dunia dengan posisi tengkurap di atas lantai kamar.
"Posisi korban berada di dalam kamar kos di atas lantai dengan posisi tengkurap, mengenakan baju warna gelap dan celana dalam coklat," kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Azel Arisandi, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, kepala korban menghadap ke arah barat, sedangkan kedua kaki membujur ke arah timur. Seluruh tubuh korban tertimbun boneka-boneka dan karpet yang dilipat.
"Korban sudah mengalami lebam mayat atau pembusukan dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Seluruh tubuhnya dalam posisi tertimbun boneka-boneka dan karpet yang terlipat," ujar Azel.
Kondisi jenazah yang telah membengkak akibat proses pembusukan membuat identifikasi awal di lokasi tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Petugas forensik juga belum dapat mengidentifikasi adanya luka terbuka maupun tanda kekerasan secara kasatmata karena kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut.
"Kulit ari korban didapati sudah mengelupas. Untuk luka lebam atau tanda kekerasan lainnya sudah susah diidentifikasi secara langsung di TKP mengingat mayat sudah mengalami proses pembusukan," jelasnya.
Ia menambahkan, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi.
"Sesuai hasil olah TKP, kondisi korban memang sudah mengalami pembusukan dan pembengkakan. Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, saat ini perlu dilakukan proses otopsi lebih lanjut," katanya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar untuk kepentingan autopsi dan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih menangani kasus tersebut secara intensif, termasuk memburu keberadaan MZ yang diduga melarikan diri setelah jasad korban ditemukan. Polisi juga masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian AS.
Sumber: TribunJateng.com