Laporan Reporter SURYAMALAN.COM, Sofyan Arif Candra Sakti
SURYAMALANG.COM, MADIUN - Jagat maya digegerkan dengan beredarnya sebuah rekaman video pada Rabu (15/7/2026) yang memperlihatkan seorang oknum pejabat tengah asyik bermain game di telepon genggamnya saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Setelah sempat memicu teka-teki dan dipastikan bukan dari kalangan legislatif, identitas pria yang duduk di deretan kursi undangan organisasi perangkat daerah tersebut akhirnya terungkap.
Sosok di dalam video viral itu dikonfirmasi merupakan Camat Madiun, Muksin Harjoko, yang kini telah angkat bicara memberikan klarifikasi.
Saat dikonfirmasi di Kantor Kecamatan Madiun, Jalan Madiun-Surabaya, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun pada Kamis (16/7/2026), Muksin mengakui sosok dalam video tersebut adalah dirinya.
"Betul, (dalam video itu) saya pada waktu paripurna sebagai Camat Madiun," kata Muksin.
Baca juga: Video Diduga Pejabat Madiun Main Game UNO saat Rapat Viral, DPRD Buka Suara Usai Desakan Copot
Muksin menjelaskan, video tersebut direkam ketika menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun dengan agenda Pandangan Umum (PU) Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025.
"Agendanya PU Fraksi," ujarnya.
Menurut Muksin, saat ia bermain game tersebut, rapat paripurna belum dimulai sehingga para undangan masih menunggu jalannya acara.
Muksin mengaku memainkan game Higgs Domino hanya untuk mengisi waktu sebelum sidang dimulai.
"Masih belum dimulai," katanya.
Muksin juga menegaskan permainan yang dimainkannya bukan judi online. Ia mengaku hanya memainkan game tersebut sebagai hiburan dan tidak pernah melakukan pembelian chip maupun pengisian saldo.
Baca juga: Besi Tua Bekas Tiang Lampu Stadion Kanjuruhan Laku Rp 1,048 Miliar, BKAD: Jadi Pendapatan Daerah
"Itu bukan judi online, hanya game online biasa, Higgs Domino. Kami tidak pernah melakukan top-up," tegasnya.
Muksin mengatakan kebiasaannya bermain game semata-mata dilakukan untuk menghilangkan kepenatan dan mengisi waktu luang.
"Untuk menghilangkan kepenatan saja. Hanya untuk mengisi waktu luang," ujarnya.
Muksin menambahkan, setelah rapat paripurna resmi dimulai, ia langsung menghentikan permainan dan mengikuti jalannya sidang hingga selesai.
"Selesai, enggak main lagi," katanya.
Terkait video yang telah viral di media sosial dan menuai sorotan publik, Muksin mengaku menyadari tindakannya telah menimbulkan persepsi negatif.
Meski dilakukan sebelum rapat dimulai, Muksin mengakui perbuatannya tidak mencerminkan etika sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Kami menyadari bahwa tindakan itu menimbulkan persepsi yang negatif. Padahal waktu itu masih praacara kegiatan paripurna, sebelum sidang dimulai," ucapnya.
Baca juga: Dewan Sentil Kadis Malang yang Minim Inovasi Asyik nge-Game, Sekda Budiar Matangkan Mutasi Bulan Ini
Atas kejadian tersebut, Muksin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Muksin berkomitmen untuk lebih menjaga etika, disiplin, dan profesionalisme dalam setiap kegiatan kedinasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Ke depannya kami berkomitmen untuk selalu menjaga etika, disiplin, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. Insyaallah tidak akan kami ulang kembali setiap ada acara-acara resmi maupun kedinasan," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kabupaten Madiun, Sawung Rehtomo, membenarkan video yang beredar memang diambil di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Jalan Nasional Madiun - Surabaya, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.
Namun saat itu, Sawung belum dapat memastikan identitas orang yang terekam dalam video tersebut.
"Yang jelas bukan anggota dewan," tegas Sawung saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Sawung menjelaskan, berdasarkan posisi tempat duduk dalam video, sosok yang viral itu diduga berada di deretan kursi tamu undangan dari organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam setiap rapat paripurna, selain anggota DPRD, sejumlah kepala OPD beserta jajarannya memang diundang untuk menghadiri agenda tersebut.
"Kalau itu sepertinya memang di jajarannya OPD. Karena yang diundang untuk kegiatan paripurna kan OPD dengan dewan," ujarnya.
Baca juga: Lupa Beri Makan Sapi Jawaban Achmad Syahri Alasan Main Game di Rapat DPRD Jember, Terancam Dipecat
Sawung juga mengungkapkan ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun hingga saat ini belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV).
Alhasil, tidak ada rekaman resmi yang dapat digunakan untuk menelusuri identitas orang dalam video tersebut.
"Belum terpasang CCTV. Memang belum ada karena masih proses," jelasnya.
Video tersebut mendadak viral setelah diunggah oleh akun Instagram @medhioen.ae pada Rabu (15/7/2026).
Dalam unggahannya, akun tersebut menyertakan keterangan 'Oknum Pejabat Pemkab Tersorot Kamera Sedang Bermain Game Saat Rapat Paripurna di DRPD Kabupaten Madiun'.
Unggahan video berdurasi 18 detik itu juga dilengkapi dengan caption atau keterangan yang mempertanyakan jenis permainan yang sedang dimainkan oleh sang pejabat.
'Eh ya ampun, Nek gak salah wi game e lak uno kan cah? (Eh ya ampun, kalau tidak salah itu gamenya UNO kan?)' tulis akun tersebut di caption.
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet yang geram melihat kelakuan oknum pejabat tersebut.
Salah satu netizen dengan akun @akhoirurroziqi mengaku penasaran dan meminta identitas oknum itu dibuka ke publik.
'Spill dong siapa tuh,' tulisnya di kolom komentar.
Kritik yang lebih tajam datang dari akun @prilya_nugra, yang merasa geram dengan sikap tidak profesional tersebut dan meminta agar pejabat yang bersangkutan segera diberhentikan dari posisinya.
'Copot mawon' komentarnya, yang memiliki arti "copot saja".