Animo Alat Pembersih Udara Berbasis Internet Tinggi, Vila dan Hotel di Bali Dilirik Penyedia
Putu Kartika Viktriani July 17, 2026 01:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Meningkatnya perhatian publik terhadap isu penurunan kualitas udara dan pesatnya pemulihan sektor akomodasi pariwisata di Pulau Dewata dilirik raksasa teknologi Acer melebarkan sayap bisnisnya ke sektor perlengkapan rumah tangga home appliances.

Masuknya ke pasar baru ini ditandai dengan pengenalan belasan produk elektronik rumah tangga, mulai dari air purifier, air circulator, hingga perangkat pembersih udara portabel yang tidak lagi hanya mengandalkan perangkat teknologi informasi konvensional.

Distributor Resmi Acer di Bali dari PT Data Scrip, Arfi Trisnawati, mengungkapkan bahwa ekspansi bisnis ini sebenarnya telah berjalan di wilayah Asia Pasifik sejak tahun 2020. 

Pasar Indonesia, khususnya Bali, dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar untuk produk-produk penunjang kesehatan lingkungan.

"Untuk lini home appliances ini, kami awalnya meluncurkan air purifier dan ternyata antusiasme masyarakat sangat luas," ujar Arfi saat ditemui di Discovery Mall, Badung, Bali, pada Kamis 16 Juli 2026.

Di tingkat global, pasar terbesar untuk lini produk pembersih udara ini berada di India.

Namun, posisi kedua saat ini ditempati oleh Indonesia. 

 

Berdasarkan data indeks kualitas udara global, kota-kota besar di Indonesia kerap mencatatkan tingkat polusi yang mengkhawatirkan, yang memicu lonjakan permintaan atas alat penyaring udara di lingkungan domestik.

Baca juga: Motif Pembunuhan di Pedungan Denpasar Bali Terungkap, WNA Singapura Cekik Kekasih Gara-gara Ini

Menurut Arfi, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pernapasan menjadi motor utama penggerak pasar ini. 

Keluarga yang memiliki bayi atau anggota keluarga yang merokok menjadi konsumen paling aktif yang membutuhkan intervensi teknologi untuk menjaga kebersihan udara di dalam ruangan.

"Indeks kualitas udara secara global menunjukkan kondisi di Indonesia memang agak kurang bagus. Jadi masyarakat sebenarnya sangat butuh produk ini," kata Arfi.

"Apalagi bagi ibu-ibu yang memiliki anak kecil atau newborn baby, menjaga kesterilan udara di rumah itu sangat penting," imbuh dia.

Selain menyasar sektor rumah tangga, Acer juga membidik celah pasar yang masif di sektor industri pariwisata Bali.

Tingginya pembangunan dan renovasi akomodasi wisata pascapandemi membuka peluang bagi penyediaan sistem tata udara non-konvensional untuk vila dan hotel.

Perusahaan kini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pengelola akomodasi di Bali. Produk penyejuk udara (AC) berbasis inverter yang dilengkapi filter udara berlapis serta air circulator yang mampu memutar udara hingga 360 derajat menjadi produk utama yang ditawarkan untuk sektor ini.

"Prospeknya ke depan, kami akan coba masuk dan join dengan vila-vila atau hotel di Bali. Kami melihat market untuk AC dan circulator di sini sangat besar," tutur Arfi.

Meski tergolong pemain baru di pasar elektronik rumah tangga lokal, kontribusi lini bisnis ini diklaim mulai membayangi produk utama mereka. 

Di jaringan ritel modern seperti Electronic City, produk small appliances ini bahkan disebut telah menyumbang sekitar 50 persen dari total penjualan internal mereka. 

Secara keseluruhan dalam struktur bisnis Acer, lini appliances kini telah memegang porsi 30 hingga 40 persen, memperkecil dominasi produk laptop dan komputer.

Untuk menghadapi persaingan, integrasi teknologi menjadi strategi yang diandalkan. 

Seluruh perangkat elektronik rumah tangga terbaru ini telah dihubungkan ke dalam ekosistem berbasis Internet of Things (IoT) melalui aplikasi Acer Pure Live.

"Ini memungkinkan pengguna mengontrol seluruh perangkat langsung dari komputasi bergerak mereka, semua perangkat baru kami sudah terkoneksi dan bisa diatur sepenuhnya hanya dalam satu aplikasi," pungas Arfi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.