TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tidak semua lagu lahir dari kisah yang megah. Ada pula yang berangkat dari perjalanan hidup yang sederhana, dari kegelisahan masa remaja hingga rasa syukur saat menemukan makna hidup di usia dewasa.
Kisah seperti itulah yang diangkat The Cloves And The Tobacco melalui single terbaru mereka berjudul 'Tentang Kau Dan Dirimu'.
Band Celtic Punk asal Yogyakarta tersebut resmi merilis video musik 'Tentang Kau Dan Dirimu' pada 3 Juli 2026, kemudian menyusul versi digital audionya pada 7 Juli 2026.
Dalam penggarapannya, The Cloves And The Tobacco kembali bekerja sama dengan videografer sekaligus sutradara Yasu Spade, sosok yang telah banyak terlibat dalam produksi video musik mereka.
Di balik musiknya, 'Tentang Kau Dan Dirimu' mengangkat cerita tentang makna eksistensi manusia.
Lagu ini menyoroti perjalanan seorang remaja yang berproses menemukan jati diri hingga akhirnya tumbuh menjadi kepala keluarga.
Perjalanan tersebut dipenuhi berbagai kegelisahan yang kemudian menemukan jawabannya setelah lebih dari dua dekade berlalu.
Inspirasi lagu ini berasal dari pengalaman nyata Opizt, pemain fiddle The Cloves And The Tobacco yang juga menjadi penulis lagu tersebut.
Pengalaman masa mudanya sebagai penggemar sekaligus pelaku musik punk menjadi fondasi utama lahirnya karya ini.
"Menjalani masa remaja sebagai pelaku dan penggemar musik punk rock, dengan prestasi akademis yang pas pasan, memunculkan berbagai stigma negatif, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Frasa 'Koe sesuk arep dadi opo?' menjadi pertanyaan yang sangat akrab, bahkan sering dibarengi anggapan bahwa tidak akan ada masa depan," ujar Opizt.
Baca juga: 402: Rumah Sakit Angker Korea, Begini Fakta dan Mitos di Balik Film Horor Terbaru yang Sedang Tayang
Pengalaman itu terus melekat hingga kini. Namun waktu membawa perubahan. Sosok remaja yang dahulu kerap dipandang sebelah mata kini telah menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarga kecilnya.
Opizt mengaku berbagai peristiwa pada masa remajanya masih sering muncul secara spontan ketika melihat anak anaknya menyambut kepulangannya dari bekerja.
"Bahu kecil yang dulu diremehkan, dipandang sebelah mata, dan diragukan, kini menjadi sandaran, tempat terbaik untuk menggantungkan hidup serta masa depan bagi keluarga kecil," katanya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, 'Tentang Kau Dan Dirimu' disusun bukan sebagai lagu yang menggurui.
Sebaliknya, The Cloves And The Tobacco ingin menghadirkan sebuah percakapan sederhana bagi siapa pun yang tengah berada dalam fase pencarian jati diri.
Lagu ini juga tidak berbicara tentang resep meraih kesuksesan ataupun tuntutan mengenai bagaimana seseorang harus menjalani hidup.
Pesan yang ingin disampaikan jauh lebih sederhana, yakni mengajak setiap orang untuk tetap percaya pada hati dan harapannya sendiri.
"Bukan tentang dongeng meraih kesuksesan atau keharusan menjadi begini dan begitu. Lagu ini tentang percaya pada hati dan harapanmu.
Seberapapun tak nampaknya dirimu, atau sejauh apa pun orang memandang rendah kepadamu hari ini, teruslah hidup," tutur Opizt.
Menurutnya, setiap manusia memiliki waktunya masing masing untuk menemukan arti kehidupan.
Karena itu, tidak ada alasan untuk menyerah hanya karena belum menemukan tempat atau pengakuan dari orang lain.
"Sejatinya setiap manusia akan selalu bermakna, walau mungkin hanya di lingkup terkecilnya. Jika sekarang belum menemukannya, percayalah, kelak pasti akan ditemukan," ucapnya.
Melalui 'Tentang Kau Dan Dirimu', The Cloves And The Tobacco tidak hanya menghadirkan sebuah karya baru, tetapi juga membagikan refleksi tentang perjalanan hidup, penerimaan, serta keyakinan bahwa setiap orang memiliki arti dengan caranya masing masing.
Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup seseorang tidak selalu ditentukan oleh penilaian orang lain, melainkan oleh proses panjang yang dijalani hingga akhirnya menemukan makna yang sesungguhnya.(nto)