Nakes di RSUD Undata Protes Upah Jasa Layanan, Begini Jawaban Direktur dr Jumriani
Regina Goldie July 17, 2026 03:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Tenaga kesehatan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu melakukan protes terkait upah jasa layanan yang tidak sesuai harapan.

Protes mereka lakukan kepada pimpinan tim Remunerasi di rumah sakit tersebut.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulteng, Masri Dg Taha hadir untuk mewakili tenaga kesehatan (Nakes) bertemu dengan ketua tim Remunerasi yang juga menjabat Wakil Direktur (Wadir) pelayanan.

Hasil pertemuan itu, kata Masri, ketua tim remunerasi telah menampung aspirasi dan berjanji akan mengundang untuk sosialisasi kembali.

"Yang kami kecewakan adalah sudah ada pencairan baru dilakukan sosialisasi, ini kan terbalik dari hasil pembahasan," ujarmya.

Baca juga: Hadirnya Hotman Paris di Kejagung Terjawab, Resmi Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Ia menilai bahwa keputusan tersebut sangat berdampak pada penghasilan tenaga kesehatan.

"Yang secara langsung mereka bertugas secara langsung dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

"Apapun itu, karena kebijakan baru ini bersifat menyeluruh dan berdampak kepada seluruh Nakes di RSUD Undata yang berjumlah sekitar 1.000 orang, ini juga harus di sosialisasikan dengan baik karena ini ujung-ujungnya adalah uang," lanjut Masri.

Masri mengatakan bahwa sebelumnya telah dibentuk tim temunerasi.

Namun, ia menyebut pembentukan hingga pembahasan upah jasa layanan dalam tim remunerasi tersebut tidak difungsikan sebagaimana mestinya. 

Padahal, dalam tim itu, telah diatur untuk melakukan sosialisasi sebelum diberlakukannya kebijakan tersebut.

"Jauh hari sebelum diberlakukan, kami sudah meminta untuk dilakukan sosialisasi dan simulasi, tetapi orang-orang di tim remunerasi itu tidak pernah dipanggil secara resmi," ungkapnya.

Walaupun begitu, Masri berharap seluruh nakes tetap bekerja demi memberikan pelayanan di rumah sakit.

Baca juga: Relawan Ahmad Ali Padati Hotel Best Western Plus Coco Palu, Siap Deklarasi Dukungan Se-Sulteng

Ia meminta agar tidak ada protes yang berlebihan hingga aksi mogok kerja.

"Kami tetap loyal terhadap kemanusiaan, tidak ada kata mogok dan tetap bekerja karena kami sudah disumpah untuk memberikan pelayanan maksimal kepada yang membutuhkan," jelasnya.

Direktur RSUD Undata, dr. Jumriani mengatakan bahwa protes yang dilakukan oleh nakes telah dilakukan sebelumnya.

Menurutnya sosialisasi dari tim remunerasi telah dilakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Baca juga: Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Anwar Hafid Dorong Masyarakat Peduli Lingkungan

"Sudah di sosialisasikan jauh hari sebelumnya bahwa pembagian jasa akan memakai sistem remunerasi sesuai dengan Permenkes dan peraturan Dirjen keuangan," katanya saat dikonfirmasi pada Jumat (17/7/2026).

Ia mengatakan bahwa sosialisasi itu telah dilakukan dengan beberapa perwakilan dari Dokter dan tenaga perawat.

Jumriani juga mengungkapkan bahwa total besaran yang dibagikan pada para nakes memang lebih rendah dari beberapa bulan sebelumnya.

"Sudah di lakukan simulasi juga dengan dokter dan perwakilan perawat. Dan total dana jasa yang di bagi bulan ini lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya," pungkasnya.

Sekadar diketahui, RSUD Undata berlokasi di Jl RE Martadinata Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.