TRIBUNTRENDS.COM - Perselisihan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas seiring bergulirnya sengketa hak asuh anak pasca-perceraian.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, melontarkan pernyataan tegas dengan menyebut Sarwendah tidak menjalankan amanah sebagai pihak yang memperoleh hak asuh anak.
Pernyataan tersebut merujuk pada dugaan tidak dijalankannya kesepakatan yang telah dituangkan dalam akta perjanjian perceraian.
Dalam perjanjian itu, Ruben disebut memiliki hak untuk bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya sebanyak dua hingga tiga kali setiap pekan.
Namun, menurut pihak Ruben, kesepakatan tersebut tidak pernah terealisasi selama hampir dua tahun setelah perceraian mereka.
Kondisi itu disebut membuat Ruben kesulitan bertemu dengan anak-anaknya hingga akhirnya memutuskan untuk menghentikan pemberian nafkah bulanan sejak Desember 2025 sebagai bentuk protes.
Langkah tersebut kemudian memicu respons dari pihak Sarwendah yang menuding Ruben lalai menjalankan kewajibannya sebagai ayah dalam memberikan nafkah.
Menanggapi tudingan itu, Minola menegaskan bahwa persoalan utama yang dipersoalkan kliennya adalah pelaksanaan hak bertemu dengan anak sesuai isi perjanjian.
Polemik antara kedua belah pihak pun masih terus menjadi perhatian publik di tengah proses hukum yang sedang berlangsung.
Baca juga: Fakta-fakta Batalnya Mediasi Ruben Onsu dengan Sarwendah, Sang Presenter Fokus ke Persidangan
"Dia tidak amanah untuk menjalankan fungsi sebagai ibu yang mendapatkan hak asuh anak," tegas Minola kepada awak media, dikutip Tribunnews Jumat (17/7/2026).
"Satu, tidak merealisasikan apa yang sudah disepakati bersama. Dua sampai tiga hari dalam seminggu bahwa anak-anak ini akan berkumpul dengan anaknya. Ini tidak dipenuhi," lanjut Minola memaparkan.
Pihak Ruben menyatakan selalu siap menjalankan tanggung jawab untuk memberi nafkah anak, yakni membayar biaya sekolah dan kebutuhan setiap bulan.
Pun nominal yang dibayarkan Ruben untuk nafkah anak cukup fantastis, yakni Rp 225 juta per bulan.
Namun, dalam perjalanannya, tidak ada diskusi atau pembahasan detail mengenai nafkah anak.
Ditegaskan Minola, soal nafkah harusnya dibahas secara detail agar terjadi kesepakatan nominal.
Baca juga: Ruben Onsu Menduga Anak-anaknya Didoktrin Sarwendah Agar Benci Ayahnya, Punya Bukti Eksploitasi
Namun, nyatanya, diungkapkan Minola, Sarwendah selalu menagih kepada Ruben nafkah bulanan anak dengan nominal beragam.
Ruben hanya terus diminta menyanggupi lalu membayarnya, tanpa pernah diberikan rincian nafkah tersebut.
Terlebih di luar tanggungan nafkah anak, bapak tiga anak ini, juga masih dibebankan tagihan kartu kredit oleh Sarwendah.
Pun Ruben sendiri tidak mengetahui rincian pengeluaran kartu kredit tersebut.
Untuk itu, ke depan Ruben menginginkan adanya diskusi dan keterbukaan soal rincian uang nafkah anak.
Agar tercetus nominal tetap yang wajib dibayarkan Ruben setiap bulannya untuk biaya pendidikan dan kebutuhan dua putrinya.
"Berkaitan dengan masalah biaya pendidikan anak sudah menjadi tanggung jawab Ruben. Ia jalankan. Tapi ada caranya, wajib disampaikan terlebih dulu lalu ada diskusi, lalu dapatlah angka per bulan biaya pendidikan anak dan kebutuhan anak. Ini tidak pernah disampaikan atau didiskusikan," ungkap Minola.
"Ruben selama bertahun-tahun memenuhi invoice atau tagihan dari Sarwendah yang nilainya berubah-ubah tiap bulan, di luar masih ada biaya kartu kredit lagi. Ini keterusan polanya tidak seperti itu. Maka kita ingin polanya kembali kepada apa yang sudah disepakati. Disampaikan dulu, didiskusikan dulu, baru disepakati. berapa perbulannya?" lanjutnya.
Baca juga: Heboh Aksi Boikot Terhadap Sarwendah, Mantan Manajer: Harusnya Minta Maaf Tulus ke Ruben Onsu
Lanjut, Minola membantah kliennya disebut lalai dalam tanggung jawab kepada anak.
Kini aksi kliennya menghentikan nafkah anak, sebagai langkah protes agar rincian nafkah dan nominalnya bisa disepakati secara jelas.
"Tapikan tidak mau, rinciannya ditanya juga tidak mau (diberi). Sehingga pas kita tidak lakukan itu dianggap sebagai suatu penghentian. Padahal tidak kita menunggu 'berapa fix biaya pendidikannya dan kebutuhan anak-anak ini yang rutin setiap bulan."
Di akhir, Minola menambahkan bahwa perkara gugatan hak asuh anak kali ini bukanlah ajang perebutan.
Sejak awal Ruben sudah memberikan gugatan hak asuh itu kepada mantan istrinya.
Namun karena Sarwendah dinilai tidak amanah, kini Ruben pun berusaha meminta hak asuh tersebut.
"Ini bukan perebutan (hak asuh anak). Kita sudah kasih (dari awal cerai). Tapi dia tidak amanah," tutup Minola.
(TribunTrends/Tribunnews.com/Ayu)